Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
10 Liang Lahat di

Kembangbelor Pacet Resahkan Warga

MOJOKERTO (Realita) - Keberadaan 10 makam di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mulai meresahkan masyarakat.

Camat Pacet Norman Handhito saat mengecek keberadaan 11 makam yang meresahkan warga.

Bahkan, ke sepuluhan makam yang sudah digali itu, mengakibatkan anak-anak di sekitar makam mulai ketakutan. Makam yang berada ditanah milik H. Sofyan asal Surabaya ini, tak jak jauh dari panti asuhan Villa Do'a Yatim Sejahtera atau Villa Durian, yang dihuni puluhan anak yatim piatu dari berbagai kota di Jatim yang dikelola Gus Mukhidin. "Kami baru mengetahui 10 makam itu bermula dari anak-anak yang kami asuh. Mereka ketakutan dengan adanya makam yang dekat dengan panti," kata Gus Mukhidin, kepada wartawan, Senin (19/12/2016). Terungkapnya 10 makam itu, pada 9 November 2016. Waktu itu, anak-anak yatim di Villa Durian itu menyaksikan adanya mobil ambulance yang menurunkan jenazah di makam tersebut. "Kami kan mengasuh adik-adik dengan berbagai masalah sosial, mereka di sini hidup di tengah hutan dengan tetangga terdekat 300 meter. Sekarang ada teror ketakutan, mereka yang semula tenang dan nyaman, sekarang kalau ada mobil dikira ada mayat," jelasnya. Nah, karena penasaran, dirinya memutuskan untuk mengecek keberadaan makam tersebut. Ternyata di kompleks pemakaman yang dikelilingi pagar bata merah itu terdapat 11 makam yang sudah digali. Kontan saja, pemandangan yang tak lazim itu membuat Mukhidin bingung. Sebab, selama ini baru sekali ada jenazah yang dimakamkan tersebut. Namun, setelah dia cek bersama warga, ternyata dari 11 makam yang ada, hanya satu yang asli. Sementara 10 makam lainnya hanya batu nisan dan liang lahat yang tidak belum ada jenazahnya. Ada beberapa nama yang sudah tertulis di batu nisan. "Kami berharap kepada semua pihak terkait agar mempertimbangkan psikologi anak-anak di sini. Mohon agar makam itu direlokasi," pintanya. Untuk mengetahui secara pasti, adanya makam yang akhir-akhir ini meresahkan warga. Camat Pacet, Norman Handhito bersama Kades Kembangbelo mendatangi makam itu. Jika diamati, makam dengan luas 400 meter persegi milik Haji Sofyan itu, terdapat 8 liang lahat dengan pondasi bata merah. Sedangkan di sisi lainnya terdapat lubang sekitar 4x2 meter sedalam 1,5 meter. Namun, 10 pasang batu nisan yang sebelumnya tertancap, kini dicabuti dan dikumpulkan pada sudut kompleks makam. Pada batu nisan itu tertulis nama-nama orang yang bukan warga setempat. Mereka diduga kuat telah berpesan makam tersebut. "Ada 11 makam, hanya satu yang asli," kata Camat Pacet, Norman Handhito di lokasi. Mantan Sekcam Kutorejo itu menjelaskan, makam tersebut berada di tanah milik Haji Sofyan, seorang pensiunan karyawan PT PAL yang tinggal di Surabaya. Menurut Ndito, sapaan akrab Camat Pacet, tanah 400 meter persegi itu sengaja diwakafkan sebagai kompleks pemakaman oleh pemiliknya. "Namun, pemakaman ini khusus bagi para calon pemilik tanah kavling yang dijual Haji Sofyan. Bukan pemakaman umum atau komersial, semacam beli tanah kavling gratis tanah makam," terangnya. Ditanya soal 10 nama orang yang tertera di batu nisan, Norman menegaskan bahwa mereka semua masih hidup. Diketahui, nama-nama itu merupakan teman Haji Sofyan yang tergabung dalam jamaah pengajian yang sama di Surabaya. Selain itu, mereka juga membeli tanah kavling dari Haji Sofyan yang letaknya di sisi timur kompleks makam tersebut. "Tujuan dipasang batu nisan beserta nama di makam itu bersifat religius. Ingin mengingatkan nama-nama di batu nisan itu bahwa ini akan menjadi makam mereka," imbuhnya. Keresahan warga atas diketahuinya makam tersebut, Camat Pacet mengaku belum bisa berbuat banyak. Hanya saja, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Bagian Hukum Setdakab Mojokerto untuk mengkaji keberadaan makam 'Palsu' itu. "Makam harus disediakan saat ada pemukiman baru. Terkait izin akan kami komunikasikan dengan Bagian Hukum karena ini tergolong tempat pemakaman bukan umum (TPBU)," pungkas Ndito. ujeck

 

Berita Sains Lainnya