Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
1200 Pengguna Nuklir

di Jatim Diawasi

SURABAYA (Realita)- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengawasi 1.200 pengguna teknologi nuklir di Jatim.

Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Bapeten, Choirul Huda kepada wartawan di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (20/4).

Dari 1.200 penggunaan teknologi nuklir ini terdapat di 452 instansi di Jatim. Yang terdiri dari 112 perusahaan dan Rumah Sakit (RS) sebanyak 339 titik.

"Untuk itu, kami perlu melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan teknologi nuklir tersebut," tegas  Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Bapeten, Choirul Huda kepada wartawan di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (20/4).

Menurut dia, sebanyak 1200 pengguna ini tersebar di sejumlah bidang. Mulai dari industri hingga kesehatan. "Jangan asumsikan bahwa nuklir adalah PLTN atau bom nuklir, namun di Indonesia sudah banyak teknologi-teknologinya. Untuk Jatim ada 1200 penggunaan teknologi nuklir yang perlu pengawasan," tukasnya.

Ia menjelaskan, beberapa pengguna teknologi nuklir ini meliputi, pabrik minyak, pabrik plastik, pabrik rokok, pabrik baja, rumah sakit dan lain-lain. Contoh dalam pabrik minyak, teknologi nuklir digunakan untuk mencari sumber minyak. Kemudian di dalam pabrik rokok, teknologi nuklir ini digunakan untuk mengukur kepadatan gabus filter di dalam sebatang rokok. Sehingga, tingkat kerapatan rongga tembakau menjadi terukur. Kemudian di Rumah Sakit, teknologi nuklir digunakan untuk kesehatan misalnya, rontgen, CT scan, membunuh sel-sel kanker, menemukan organ yang terinfeksi kanker dan lain-lain.

Oleh karena itu, Bapeten perlu melakukan pengawasan dan diatur perizinan. "Tahun 2016, 92 persen pengguna teknologi nuklir di Jatim sudah baik. Jumlah ini lebih baik dibanding skala nasional yang hanya 80 persen," katanya.

Banyaknya penggunaan teknologi nuklir ini, Bapeten meluncurkan aplikasi B@lis Inspeksi Online. Aplikasi dibangun dengan menggunakan perangkat lunak secara open source. Hal ini untuk memfasilitasi keterlibatan publik dalam proses pengawasan melalui sistem pengawasan yang terintegrasi.

Aplikasi ini sebagai media pelaporan kondisi keamanan, keselamatan fasilitas terkait keberadaan sumber radiasi pengion yang meliputi, perpindahan sumber radiasi, informasi terkini sumber radiasi, informasi pekerja radiasi, dan status keselamatan dan keamanan sumber radiasi.pras

 

Berita Internasional Lainnya