Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam, Arif Ardliyanto |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Iskandar, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
2019,

Dindik Jatim Prioritaskan Pembangunan Pendidikan

SURABAYA (Realita)- Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur bergerak cepat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman memberikan pemaparan dalam refleksi pendidikan tahun 2018 di kantornya

Tahun 2019, Dindik akan memfokuskan pada 14 program pembangunan pendidikan supaya menghasilkan capaian lebih baik.

Keputusan fokus terhadap 14 program berkaca pada kilas balik dunia pendidikan Jatim dalam refleksi pendidikan 2018. “Masalah yang muncul masih menjadi tumpukan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” kata Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman dalam acara ‘Refleksi Pendidikan 2018, Harmoni untuk Prestasi’ di kantor Dindik Jatim.

Saiful mengatakan, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu pekerjaan yang harus dituntaskan. Persoalan tersebut harus terus dilakukan untuk mencetak tenaga pendidik yang berkualitas di era destructive. Misalnya melakukan diklat untuk 30 ribu guru SMA/SMK di Jawa Timur dengan pola desiminasi.

”Untuk merealisasikan itu kami sudah membuat konsep khusus masalah vokasional, yaitu VET (Vocational Education and Training). Di mana siswa SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi diberi tambahan vokasional di luar jam pelajaran,” ujarnya.

Selain itu, persoalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih menjadi fokus utama Dindik Jatim. Untuk meningkatkan IPM, Dindik Jatim telah menyiapkan beragam program  yang akan diterapkan di berbagai daerah, khususnya di daerah dengan IPM terendah, seperti Sumenep dan Sampang.

Tahun 2019 ini, ungkap dia, anggaran untuk pendidikan sebesar Rp 12 triliun. Jumlah tersebut akan dipriritaskan SMK sebesar Rp 1,3 triliun, dan 800 milyar untuk SMA. “Jadi kita benar-benar fokus pada pembangunan pendidik,” papar dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof Akh Muzakki menyatakan, penambahan anggaran yang naik hingga mencapai Rp 12 triliun harus dimaksimalkan dengan mengkonversikan menjadi faktor kontributif untuk peningkatan IPM. Sebab permasalah di Jatim sendiri saat ini adalah indeks capaiannya. Di mana yang rendah nilai IPM-nya masih didominasi wilayah Maduran dan Jalur Selatan.

“Jika selama ini pemangku kepentingan pendidikan hanya fokus pada persoalan ‘hilir’ pendidikan. sementara persoalan ‘hulu’ dalam pendidikan harus terselesaikan dengan baik, seperti persoalan kurikulum dan desain implementasi. Mau sehebat apapun inovasi yang dilakukan, sebesar apapun anggarannya  ini tidak akan berhasil untuk meningkatkan IPM, jika tidak diperhatikan  dan difokuskan persoalan hulunya,” katanya.

Untuk itu, solusi yang tepat yang diterapkan adalah melakukan inovasi pembelajaran yang harus diperkuat. Mengingat, fungsi guru sebagai sumber informasi sudah digantikan oleh kecanggihan IT.arif

 

Berita Layanan Publik Lainnya