Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
220 Desa di Lamongan Belum

Bisa Cairkan DD dan ADD

LAMONGAN (Realita)- Beberapa Desa di Kabupaten Lamongan belum bisa mencairkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018, karena  masing-masing desa belum menyelesaikan Anggran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2018.

“Percepatan pencairan DD dan ADD sangat tergantung dari kelengkapan administrasi dari Desa.

Agus Hendrawan.

Jika Desa ingin segera mencairkan DD dan ADD, maka harus merampungkan APBDes, “ ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakt Khusnul Yaqin melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan.

Menurutnya, salah satu syarat pengajuan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yakni rampungnya Anggran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2018. Tanpa adanya APBDes, desa tidak akan bisa mencairkan anggaran DD dan ADD” ujar Agus Hendrawan.

Lanjut Agus Hendrawan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat terus mendorong agar pemerintahan desa segera merampungkannya, mengingat hingga saat ini dari 462 Desa di Lamongan, baru sebanyak 242 yang merampungkan APBDes dan sebanyak 220 desa belum menyelesaikan APBDes-nya.

“Jika dirunut perkecamatan, saat ini ada tiga kecamatan yang seluruh desanya sudah merampungkan APBDes. Yakni Kecamatan Sugio, Modo dan Ngimbang” tegas Agus.

Pada tahun 2018  ini jumlah anggaran ADD sama dengan tahun 2017 sebelumnya, yakni Rp 126.496.109.300. Sedangkan untuk Dana Desa yang berasal dari pemerintah pusat, Kabupaten Lamongan tahun ini mendapatkan anggaran sebesar Rp 321.349.755.000.

“Jumlah Dana Desa tersebut  mengalami penurunan jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2017 lalu. Pada tahun 2018 ini, Lamongan  mendapat Rp 321.349.755.000, padahal tahun 2017 lalu sebesaar Rp 363.423.524.000,“ terang Agus.

Penurunan, dikarenakan perbedaan penghitungan. Sebelumnya hanya menggunakan alokasi dasar dan alokasi formula. Sementara tahun 2018 ini ditambah dengan alokasi afirmatif, yakni alokasi bagi Desa yang sangat tertinggal.

Pada sisi penggunaan anggaran, ADD sebanyak 60 persen bisa digunakan untuk penghasilan tetap kades dan perangkatnya. Sedangkan 40 persen sisanya digunakan untuk pembangunan fisik, operasional BPD, LPM, PKK, Posyandu.

Sedangkan pada DD penggunannya untuk bidang pembangunan, bidang pemberdayaan dan prioritas kabupaten yang tidak bertentangan dengan prioritas penggunaan DD dari Kementerian Desa.

“ADD pada tahun 2018 ini pencairanya  hanya dilaksanakan melalui 2 tahap, yakni 40 persen dan 60 persen. Ini memudahkan dan agar waktu tidak tersita untuk mengerjakan pertanggungjawaban pengajuan ADD,” pungkasnya.ind

 

Berita Layanan Publik Lainnya