Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
5,

6 Juta Warga Masih Buta Huruf

PALU (Realita) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya menurunkan tingkat tuna aksara atau buta huruf di Indonesia.

Hasilnya, dalam sepuluh tahun ke belakang, angka tuna aksara di Indonesia disebut telah turun secara signifikan. "Capaian pendidikan keaksaraan dalam sepuluh tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang signifikan. Jika pada tahun 2005 persentase penduduk tuna aksara di Indonesia mencapai 9,55 persen atau sekitar 14,9 juta orang, angka tersebut menurun tahun 2015 menjadi 3,43 persen atau sekitar 5,6 juta orang," ujar Dirjen Paud dan Dikmas Kemdikbud Harris Iskandar saat perayaan Hari Aksara International (HAI) di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/10/2016). Harris mencatat terdapat 11 provinsi dengan persentase tuna aksaranya di atas rata-rata nasional. Di tingkat kabupaten, ada 25 kabupaten penduduk tuna aksara masih di atas 50 ribu orang. "Sebanyak 11 provinsi yang persentase tuna aksaranya di atas rata-rata nasional (3,43 persen), dan 25 kabupaten memiliki penduduk tuna aksara di atas 50.000 orang. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus melalui program pendidikan keaksaraan," paparnya. Harris katakan, Kemdikbud terus berupaya memberantas tuna aksara dengan berbagai program. Sehingga mereka yang telah melek askara tidak kembali lagi seperti dahulu. "Di antaranya, dengan terus mengembangkan program 'Gerakan Indonesia Membaca (GIM)' yang didukung dengan program 'Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M)'. Kedua program tersebut bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung semata tetapi juga mengembangkan keberdayaan seseorang secara ekonomi, sosial, budaya, sains, teknologi informasi dan komunikasi serta keuangan," bebernya.

 

Berita Nasional Lainnya