Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Realita

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 

Penanggungjawab: Ir. Raden Agus Suprihanto, MSi

Pimpinan Redaksi: Antonius A

Redaktur : Arif Ardliyanto

Reporter: Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Novi Ispinari, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Lina Dwi Susanti, Hari Kristanto,  Ika Roosmala, Mulyadi, Adi, Gomes Roberto, Mulyadi, Totok Setiawan, Hendri Arifianto, Juni Harianto, Paulus Nabang, Suprianto, M.Arifin. M.Amin. Muhamad.S, Hamboro.

Teknologi Informasi dan Medsos: Igiet Prayoga, Sherly Ema |Administrasi: Rika Nur |Keuangan: Zunaedah

Alamat: Jl.Kesatrian Perum The Taman Dhika Cluster Bromo Blok A9, Desa, Sono, Sidokerto, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, 61252

Telpon: 031 8052190 IHotline: 081331948406 IFollow us: www.realita.co, instagram @redaksirealita, facebook @realita, twitter @co_realita, youtube @redaksirealita.

Email: redaksi@realita.co

Boks Redaksi
TOP
6 Jam Sehari,

Garuk-Garuk hingga Berdarah

LONDON (Realita) - London Samantha Wake (20) tak bisa berhenti menggaruk-garuk wajahnya.

Samantha Wake menunjukkan wajahya yang penuh bentolan merah.

Sehari saja ia bisa menghabiskan waktu enam jam untuk menggaruk-garuk kulitnya sampai berdarah. Hasilnya, ada puluhan bekas luka di wajahnya.Kondisi yang dialami Wake karena ia mengalami dermatillomania yakni menggaruk kulit kompulsif. Dermatillomania diduga mempengaruhi satu dari 500 orang di Inggris dan sebagian besar adalah perempuan."Orang-orang bertanya kepada saya apa yang terjadi dengan wajah saya. Yang benar adalah saya yang melakukan ini sendiri dan saya tak berpikir saya bisa berhenti melakukannya," kata Wake seperti dilansir MailOnline, Minggu (25/5).Wake mengungkapkan, jaringan parut di wajahnya membuat dokter harus mempelajari lebih lanjut mengenai kondisinya. Ketika pertama kali mengalami gejala itu, Wake merasa dokter tak menganggapnya serius.Bekas luka yang dialami Wake akan ada selama sisa hidupnya. Dan itu semua akan bertambah buruk jika ia tak bisa berhenti. "Saya tahu wajah saya penuh dengan bekas luka tapi saya tak bisa menjangkaunya karena ada begitu banyak koreng. Hidung saya yang terburuk dan pipi kiri saya yang parah," katanya.

Dengan polesan bedak tebal, wajah Samantha tampak lebih bersih.

Menurut Wake, pagi dan malam hari merupakan waktu terburuk. Saat bangun tidur, hal pertama yang dilakukannya adalah bercermin. Apabila ia sudah mulai menggaruk, ia tak bisa memikirkan hal lain. Ritual menggaruk ini berdampak pada kesehatan emosional Wake. Setelah melakukannya ia merasa bersalah dan tertekan. Pada gilirannya, ia malu jika berada di depan umum."Saya biasanya memakai lapisan makeup yang tebal ketika saya meninggalkan rumah tapi itu tak menutupi semuanya. Ketika saya berbicara dengan orang, mereka melihat bekas luka, buka mata saya," kata Wake.Wake mulai menggaruk-garuk wajahnya pada usia 14 tahun ketika tumbuh jerawat kecil. Jerawat itu kemudian bersih pada usia 16 tahun, tapi ia terus menggaruk-garuk. "Ini semakin memburuk dan ketika saya 18 tahun saya memutuskan ke dokter. Saya merasa seperti orang aneh," katanya.Beberapa orang dengan dermatillomania terdorong untuk memilih kaki atau lengannya. Tapi fokus Wake selalu di wajahnya."Bagi saya, titik fokus saya adalah hidung saya. Selama sekitar dua tahun hidung saya belum sembuh." li

 

Berita Internasional Lainnya