Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
67 Orang Bayaran dari BNM,

Diduga Dikoordinir LSM LIRA

MOJOKERTO (Realita) - Sebanyak 67 orang bayaran kini dikenakan wajib lapor serta hadir untuk tanda tangan setiap Senin dan Kamis di Sat Reskrim Polres Mojokerto.
Orang-orang bayaran ini, sebelumnya dipulangkan usai menjalani pemeriksaan intensif di Polres Mojokerto setelah diamankan saat kericuhan di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/4/2017).

Para pemuda saat tanda tangan wajib lapor di Polres Mojokerto.

 
Wajib lapor ini dilakukan, agar mereka yang diamankan itu jera dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, yang bisa memicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Desa Medali. Terlebih, saat ini Polres jajaran Polda Jatim telah melaksanakan Operasi Kusuma Bangsa selama sebulan dengan sasaran premanisme, rumah kos dan pelajar yang bolos sekolah.
Pantauan Realita.co di Sat Reskrim, mereka yang datang di Sat Reskrim didominasi para pemuda pengangguran. Satu per satu, para orang bayaran tersebut memasuki ruang resepsionis Sat Reskrim untuk tanda tangan wajib lapor.
Dengan ditemui satu petugas dari Unit Identifikasi, pemuda yang baru datang berjumlah 36 itu bergantian membubuhkan tanda tangan, usai tanda tangan mereka langsung pulang, sisanya dimungkinkan sore hari.
Bahkan, saat ditanya wartawan, apakah telah menerima uang imbalan yang dijanjikan oleh pimpinan LSM LIRA Mojokerto, Rudi Wahyudiana, Mayoritas mereka mengaku sudah mendapatkan 'haknya'.
"Ya mas, tadi malam (Rabu 5 Maret) kami telah menerima uang Rp 150 ribu dari pak Rudi," kata salah satu pemuda usai tanda tangan wajib lapor. Menurutnya, pemberian imbalan 'uang lelah' itu diserahkan Rudi sendiri kepada para pemuda di rumahnya masing-masing.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso membenarkan, jika 67 orang bayaran itu mengaku diajak RD (Rudi Wahyudiana) dengan cara dibujuk untuk kerja ngecor, jaga pabrik. "Dengan terbujuk mereka akhirnya ikut ajakan RD," kata Budi kepada wartawan, Kamis (6/4/2017).
Budi membeberkan, sesampainya di Desa Medali, massa bayaran yang diangkut truk itu, dicurigai warga Medali dan sekitarnya yang menjaga portal. Warga juga menduga, jika massa bayaran tersebut hendak merusak portal dan menyerang warga. Massa yang berjumlah 67 orang sudah dipulangkan semua, setelah mereka membuat surat pernyataan yang disaksikan dan dijemput kadesnya masing-masing.
"RD, Bupati LIRA Mojokerto, sudah kami periksa. Dari pemeriksaan tersebut, mengerucut ke atasnya lagi dan dikumpulkan oleh JS. (Jesicha). Secepatnya JS akan kami panggil, kami klarifikasi apa maksud dan tujuannya," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Ngawi ini.
Disinggung siapa penyandang dana untuk pengerahan massa ke Desa Medali, Kasat Reskrim menegaskan jika pendananya masih dalam penyelidikan. "Pendananya belum, hanya mereka dijanjikan Rp 150-200 ribu," ucapnya.
Sejauh ini, lanjut Budi, status mereka masih saksi. Jikalau memang cukup bukti, pihaknya bakal meningkatkan status penyidikan. "Kalau tidak, kami hentikan," katanya.
Dijelaskan, soal adanya informasi bahwa ada beberapa orang bayaran itu membawa sajam, pihaknya belum menerima sajam "Kalau pun ada barang bukti sajam, penyerahan barang bukti itu dari Polsek ke Polres. Waktu itu massa kan banyak. nanti kami cek dulu. Saat ini kan masih  lidik kami pulbaket (pengumpulan bahan keterangan)," beber dia.
Masih menurut Kasat Reskrim, dari 67 tersebut, pihaknya belum bisa menjerat dengan pidana lantaran mereka dibujuk dan belum berbuat tindak pidana. "Yang pasti, Pasal 160, menghasut harus disertai pasal di belakanganya, misalnya pengeroyokan tak bisa berdiri sendiri. Kami berdasarkan fakta saja," imbuhnya.
Sementara itu, Jesicha Yeni Susanti, Humas PT Bumi Nusa Makmur (BNM) menuturkan, dirinya sengaja meminta bantuan LSM LIRA hanya untuk pendampingan. Menurut Jesicha LIRA sendiri merupakan LSM yang sudah berbadan hukum.
"Karyawan tak mau dirumahkan, perusahaan ditutup sepihak, terserah LIRA melakukan apa. Jika mereka melakukan pidana bisa dibuktikan ndak, harus bisa dibuktikan. Kalau saya berhubungan secara profesional, mereka preman belum melakukan apapun," papar Jesicha.
Dia menegaskan, orang bayaran itu hanya sebatas untuk mengawal serta membuka jalur supaya karyawan bisa bekerja. "Tidak ada kesepakatan, 17 Maret dihentikan, tidak ada kesepakatan untuk berhenti produksi," tukasnya.
Terkait rencana pemanggilan dirinya oleh penyidik Sat Reskrim, untuk klarifikasi terkait pengerahan massa di Desa Medali, Jesicha mengaku belum ada surat pemberitahuan. "Kapan pun saya selalu siap," pungkasnya. ujeck

 

Berita Kriminal Lainnya