Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Acara Zikir Akbar

Disusupi Kampanye Ahok

JAKARTA (Realita) - Pemimpin Majelis Zikir Manaqib, Junaedi Albaghdadi geram dengan panitia penyelenggara kegiatan pengajian yang digelar di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu, (18/12/2016).

Junaedi Albaghdadi.

Pasalnya, dalam undangan acara bertajuk zikir akbar itu memuat nama pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Pengumuman itu dipublikasikan melalui sebuah harian ibukota, beberapa hari lalu. "Itu yang membuat Abah komplain (ke panitia), karena tanpa pemberitahuan sebelumnya," kata Junaedi saat dihubungi beberapa saat yang lalu. "Yang saya khawatirkan, ini kampanyenya salah satu kandidat diiringi zikir sama abah. Nah, itu yang salah," kata Junaedi menambahkan. Menurut Junaedi, seharusnya acara zikir tak "disusupi" oleh agenda lain, termasuk memuat salah satu calon kontestan pilkada. "Kan sama saja dengan mempolitisir itu, mendompleng itu," kata Juaedi dengan nada tinggi. Junaedi mengaku sudah meminta penjelasan dari panitia penyelenggara. Katanya, ia juga sudah menyampaikan kekecewaannya. "Langsung ke ketua panitianya, si Mochtar (mantan Walikota Bekasi Mochtar Mohamad,) sama si Ditor," ujar Juanedi. Menurut Junaedi, ribuan jamaah batal hadir ke acara tersebut karena kecewa dengan panitia, ditambah tanpa lagi Junaedi tidak mau hadir dalam acara tersebut. "Mereka enggak terima," kata pimpinan umum Pondok Pesantren Barokatul Qodiri ini. Lebih lanjut, Junaedi memastikan lepas tangan apabila nantinya ada dugaan pelanggaran kampanye, lantaran acara itu dipublikasikan melalui sebuah surat kabar dan diduga melanggar UU Pilkada. Menurut Junaedi, zikir akbar tersebut bukan inisiatif dia sendiri. Katanya, ia hanya mendapatkan tawaran dari panitia untuk memimpin jalannya pengajian. "Abah kan ibarat penyanyi yang diundang," kata Junaedi. Acara tersebut berlangsung sejak pukul 14.00 Wib. Sementara itu, Djarot tiba dilokasi tanpa ditemani Ahok, sekitar pukul 15.00 WIB.untuk memimpin jalannya pengajian, bukan sebagai inisiator penyelenggaraan acara.swa

 

Berita Politik Lainnya