Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Agar Kaum Milenial Tertarik,

Regenerasi Petani Perlu Dilakukan

JAKARTA (Realita)- Persoalan ketahanan pangan seperti beras dan jagung tidak hanya bergantung pada pemerintah.

Dialog yang digelar HKTI Jateng, Jumat (23/11/2018).

Tapi harus ada pelibatan petani, terutama regenerasi, serta upaya konsolidasi lahan.

"Isu beras dan jagung selalu bersalip-salipan degan isu dengan kebutuhan pokok. Ini jangan hanya menjadi isu politik ketahanan pangan. Maka yang harus dilakukan regenerasi petani dan konsolidasi lahan," ujar Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa  Tengah, Kholiq Arif, Jumat (23/11/2018).

Apabila tidak ada regenerasi petani, imbuh Kholiq, gairah dari kaum milenial untuk bertani diprediksi takkan ada. Bahkan risiko terburuk, sumber daya manusia di bidang pertanian bisa hilang hingga 37 persen.

"Ini peluang anak-anak muda. Tapi semua harus berpikir jernih, sektor pertanian membutuhkan perubahan yang signifikan dari berbagai sisi. Orientasi bertani harus diubah, tidak merusak tanah, tanaman sehat dan menungtungkan, serta proses hulu dan hilir menjadi satu kesatuan," papar Kholiq.

Pihaknya meyakini, regenerasi petani akan mempengaruhi produktivitas sektor pertanian. Selain itu, manajemen dan tata kelola di sektor pertanian harus diperbaiki. Petani ketika beroperasi diharapkan tidak lagi mengandalkan bantuan, lalu produksinya harus digenjot hingga mencapai HPP, sembari memperbaiki struktur tanah yang sudah rusak.

Lebih lanjut, ia menilai kurang tepat apabila kebijakan impor bahan pokok, dipersoalkan, namun tidak ada tindakan berarti di tingkat bawah.

"Ketika petani handal bermanajemen dan teknologi, penggunaan pupuk seimbang, pembelinya jelas, dengan harga yang sesuai maka sektor pertanian bisa menjadi andalan untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani," jelas dia.

Kholiq mengakui upaya memajukan petani tak mudah. Transfer ilmu/pengetahuan pengembangan pertanian, dipercaya bakal mendapat hambatan. HKTI Jawa Tengah sendiri telah memetakan komoditi beras dan jagung, termasuk pabrikasinya. Kawasan seperti Dieng, akan didorong untuk pengembangan sayuran sehat, peternakan dan juga tanaman yang mendukung kelestarian lingkungan. Di daerah Wonosobo peternakan domba semisal Dombos, akan jadi fokus utama, selain pengembangan lainnya seperti peternakan sapi perah.

"Upaya ini sekaligus mendukung merancang bangun untuk tutupan kawasan Dieng. Isu lingkungan, kesehatanan dan isu kedaulatan pangan menjadi satu kesatuan," tandas Kholiq.kik

 

Berita Gaya Hidup Lainnya