Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Aksi 121

Tuntut Jokowi Mundur!

JAKARTA (Realita) -  Mahasiswa akan menggelar demo besar-besaran di seluruh Indonesia, Kamis (12/1).

aksi ini dilakukan ole Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI.

Demo tersebut dikenal dengan aksi Bela Rakyat 121. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi ini dilakukan ole Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI. Aksi 121 dilakukan 19 titik di seluruh Indonesia yang memprotes kebijakan pemerintah Jokowi yang dinilai meresahkan rakyat bahkan meminta presiden yang diusung PDIP tersebut mundur. Koordinator BEM SI, Bagus Tito Wibisono menyebutkan unjuk rasa 121 tersebut merupakan wujud keresahan terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi yang menaikkan harga berbagai barang dalam beberapa waktu terakhir. Mulai harga bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL) hingga kenaikan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor, seperti STNK dan BPKB. Sementara itu dari Kota Bekasi dilaporkan, sedikitnya 50 mahasiswa akan bergerak ke Istana Negara untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa Bela Rakyat 121. 

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Aliansi BEM Pelita bangsa, Sahandari Akbar. Ia menyebutkan kedatangannya ke Istana Negara, mereka akan membawa 3 tuntutan seperti menolak PP No 60 Tahun 2016, dan mendesak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mencabut PP tersebut. Menolak tarif dasar listrik 900va dan mendesak mengembalikan subsidi listrik golongan 900va. Serta, mendesak pemerintah untuk dapat mengembalikan mekanisme penetapan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pemerintah dan menjamin terpenuhnya kebutuhan di setiap SPBU. 

“Pemerintah juga harus menetapkan beberapa peraturan untuk menetapkan lahan abadi pada setiap daerah, karna bagaimanapun Indonesia sendiri merupakan wilayah agraris, yang dimana hari ini melihat realita beberapa sandang pangan kita semuanya impor,” tegas dia, Kamis (12/1) dini hari kepada Kini.co.id. Menurut Sahandari, saat ini semuanya beralih fungsi menjadi Industri, bukan lagi menjadi wilayah agraris dan pemerintah juga harus bisa untuk menasionalisasikan aset yang hari ini aset ??“ aset tersebut berada di tangan asing. 

Sementara itu, Koordinator BEM se-Jabodetabek dan Banten, Fitri Azmi, mengatakan aksi Unjuk Rasa Bela Rakyat 121 yang akan digelar mulai pukul 10:00 WIB. Pihaknya menuntut, Jokowi ??“ JK untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat.

Mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling cuci tangan dengan kebijakan yang dibuatnya, dan menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialisasi dalam setiap menentukan kebijakan. “Untuk titik kumpul terakhir massa BEM se-Jabodetabek dan Banten di DKI Jakarta rencananya sebelum bergerak ke Istana Negara, para mahasiswa akan berkumpul terlebih dahulu di bundaran HI Jakarta Pusat, dengan estimasi massa sebanyak 500 sampai 700 orang.ibn

 

Berita Nasional Lainnya