Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Anggaran Cuma Rp 800 Juta,

KPID Jatim Kelimpungan

SURABAYA (Realita) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur mendapat suntikan anggaran Rp800 juta dari APBD 2017.

Jumlah itu jauh lebih kecil dari anggaran yang didapat sebelumnya. Dengan menurunnya jumlah anggaran yang diterima, Wakil Ketua KPID Jatim, Bahlul Hazami, khawatir anggaran itu membuat kinerja lembaga tak maksimal.
Pasalnya, anggaran Rp800 juta itu harus dibagi untuk kebutuhan belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta modal. "Kalau tahun sebelumnya, anggarannya mencapai Rp3 miliar," ungkap Hazami di Surabaya, Senin (9/1/2017).
Sebelumnya, kata Hazami, KPID memiliki tenaga monitoring profesional. Mereka bertugas sebagai pengawas isi siaran yang direkrut oleh sekretariat KPI-D secara kontrak sebanyak delapan orang. Mereka bekerja mengawasi isi siaran televisi maupun radio secara bergantian. Ada shift pagi, siang dan malam.
"Mereka memiliki kualifikasi dan kapabilitas sebagai tim pengawas dan memonitoring isi siaran sesuai yang diamanahkan undang-undang," katanya.
Namun anggaran pun diefisiensikan dan berkurang pada 2017. Sehingga KPID tak bisa lagi mempekerjakan mereka.
Lantaran itu, KPID bakal menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja dan mempekerjakan tenaga honorer maupun PNS untuk memonitor penyiaran di Jatim. Tapi, tugas tambahan itu tak efektif.
"Sebab, mereka juga merangkap pekerjaan. Sebagian ada yang di bagian umum, ada di bagian administrasi kesekretariatan, tapi mereka nantinya juga akan mengawasi isi siaran. Apalagi, kalau Satpol PP juga mengawasi isi siaran, ini kan tidak etis," ujar Hazami.ali

 

Berita Layanan Publik Lainnya