Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Angka Pemasungan

di Jatim Meningkat

SURABAYA (Realita) Penderita gangguan jiwa yang dipasung di Jawa Timur meningkat.

Pemasungan

Sampai pertengahan tahun 2016, jumlah penderita yang dipasung mencapai 712 orang. Angka itu naik dibandingkan tahun 2015 lalu yang hanya 602 penderita.”Jumlah penderita yang dipasung mencapai 712 orang,” kata Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur Yusmanu ketika dikonfirmasi. Dia mengatakan, salah satu penyebab naiknya pemasungan itu karena sebagaian penderita cenderung agresif dan dianggap membahayakan.”Jadi ada sebagaian penderita masih dipasung setelah berobat. Keluarga enggan melepas pasungnya karena dianggap agresif dan membahayakan,” katanya lagi. Dia mengatakan, sampai saat ini, ada sekitar 2099 penderita gangguan jiwa yang masuk dalam pencatatan E Pasung. Pendataan itu dilakukan agar para penderita gangguan jiwa bisa dipantau dan diobati sehingga bisa sembuh.”Kalau pendataan masih tetap dilakukan tetapi untuk input data e pasung akan dilanjutkan pada triwulan keempat mendatang,” tambahnya. Menurutnya, untuk membebaskan kasus pasung bukan pekerjaan mudah diperlukan beberapa program dalam menanganinya seperti kerjasama lintas sektor, promosi kesehatan jiwa, deteksi dini gangguan jiwa, pengobatan pasien gangguan jiwa dan rahabilitasi kepada pasien gila. Selain itu yang terpeting adalah tindakan preventif yang dilakukan masyarakat. ''Jika masyarakat melakukan tindakan preventif dapat dipastikan pasien baru gangguan jiwa berkurang,'' katanya.pras

 

Berita Nasional Lainnya