Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Aniaya Anak Tiri hingga Tewas,

Ibu Kandung Malah Bela Terdakwa

SURABAYA (Realita) - Aniaya anak tiri hingga tewas, Wisnu Cokro Buono warga Sidotopo Wetan Mulyo No 41 Surabaya diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (8/11/2018).

Terdakwa Wisnu Cokro Buono saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Di persidangan yang beragenda dakwaan sekaligus keterangan saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chalida K Hapsari dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya menghadirkan kedua saksi yakni Nining Listiani (ibu korban) dan Muriadi (bapak mertua terdakwa).

Dalam sidang, Nining selaku ibu korban mengatakan keterangannya, bahwa terdakwa tidak bersalah dan tanpa ada kesengajaan. Selain itu Nining juga memohon kepada majelis hakim Dewi agar suaminya dihukum ringan.

"Saya mengikhlaskan. Mohon suami saya dihukum ringan. Sekarang saya juga hamil," kata Nining, dihadapan Majelis hakim.

Sementara, Muriadi mertua terdakwa mengaku dan menyaksikan sendiri bahwa dibadan korban, ada bekas luka aniaya. "Iya saya melihat, dibadan cucu saya ada luka memar. Saya meminta agar dihukum se'adil-adilnya,"terangnya.

"Iya sabar pak, terdakwa akan dihukum dengan hukuman yang setimpal," jawab hakim Dewi.

Diketahui dalam dakwaan, MR usia 2 tahun 6 bulan dianiaya oleh bapak tirinya yang bernama Wisnu Cokro Buono, hingga meninggal dunia. Kasus ini berawal pada Rabu (20/6/2018) sekitar pukul 16.30 wib, terdakwa tidur pulas, dan tidak lama tidur. Terdakwa terbangun, dikarenakan anak tirinya yakni MR itu menangis keras.

Di saat itulah terdakwa emosi. Terdakwa berusaha menenangkan tangisan korban dengan cara memandikannya. Karena kebetulan, Nining (ibu kandung korban) sedang pergi untuk halal bihalal.

Tapi, usaha Wisnu untuk menenangkan korban gagal. Darisanalah Wisnu emosi dan memukuli korban di bagian kepala dan perut hingga korban sesak nafas dan demam. Selain dianiaya fisik, terdakwa juga sempat memasukan kepala korban kedalam air sekitar 10 detik.

Setelah istri Wisnu pulang dan mendapati anaknya deman tinggi dan sesak nafas, kepada istrinya Wisnu tidak mengakui bahwa keadaan anaknya itu atas ulahnya. Dari kos-kosan mereka di Jl Kedung Mangu Timur No 130 Surabaya, pasutri (pasangan suami istri) ini kemudian membawa korban ke RSUD dr Soewandi.

Tapi sayangnya, ketika sampai IGD RS Soewandhi Suranaya, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) Wonokusumo Surabaya. Karena ada yang janggal, paman korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Akibat perbuatannya, terdakwa Wisnu dijerat dengan Pasal 80 UU NO 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.ys

 

Berita Hukum Lainnya