Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Antisipasi Penyakit,

Terjunkan Tim Pemantau

SURABAYA (Realita)-Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur menerjunkan tim reaksi cepat untuk memeriksa hewan ternak yang masuk ke Jawa Timur.

Maskur

Langkah itu dilakukan agar tidak ada sapi berpenyakit yang masuk ke Jawa Timur. ”Jadi kita sudah menerjunkan tim unit reaksi cepat untuk mencegahnya,” kata kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur. Dia mengatakan, tim tersebut akan berjaga di setiap pintu masuk distribusi hewan ternak di Jatim. Diantaranya Ngawi, Solo, Tuban dan Banyuwangi. Nantinya, setiap hewan ternak yang masuk maupun keluar akan diperiksa apakah menderita penyakit atau dalam keadaan sehat. ”Jadi akan dipantau dan diperiksa. Kalau memang ada surat jalannya ya tidak apa-apa masuk. Tetapi kalau tidak ada surat maka akan kami kembalikan,” tambahnya. Anggota tim tersebut terdiri dari gabungan tim dari Universitas dan tenaga dari disnak kabupaten/kota. Diharapkan, dengan adanya pengawasan itu, ancaman penyakit di hewan ternak dapat diminamilisir.”Kami memang mewaspadai jangan sampai penyakit masuk ke Jatim,” tambahnya. Dia mengatakan, beberapa penyakit yang perlu diwaspadai menjangkiti hewan ternak adalahjenis kuku dan mulut serta antrax. Penyakit tersebut sangat berbahaya karena akan menular ke manusia, apalagi bagi mereka yang mengkonsumsi daging hewan tersebut. ”Kalau ada indikasi hewan terjangkit antrax maka harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Karena darahnya saja akan menular kepada manusia,” tambahnya. Seperti diketahui, pada Desember tahun 2014 lalu, beberapa hewan di Blitar mati karena terjangkit antrahx. Hal itu diketahui setelah tim dari Disnak Jatim melalukan uji laboratorium yang keluar pada 5 Desember 2015 dengan Nomor 05038/PD.650/F.5/1214. Sementara ketua Paguyuban Pedagang Daging Segar (PPDS) Muthowif meminta agar Disnak Jatim menjelaskan alasan beberapa pengusaha Jabar menolak sapi asal Jatim. Menurut dia, penolakan itu menunjukkan kalau di Jatim memang ada masalah. ”Saya mendengar beberapa waktu lalu pengusaha Jabar menolak sapi asal Jatim. Saya kira Disnak harus transparan dan menjelaskan,” jelasnya.prs

 

Berita Layanan Publik Lainnya