Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Arwah Emen Minta Tumbal,

26 Nyawa Melayang di Subang

SUBANG (Realita) - Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan maut bus pariwisata di tanjakan Emen Subang mencapai 26 orang.

Mayat-mayat bergelimpangan sesaat sebelum dievakuasi petugas.

Informasi terbaru ini disampaikan Kapolres Subang AKBP M Joni.

Semula Joni menyatakan ada 13 orang yang meninggal saat bus itu terbalik di Jalan Raya Bandung-Subang, tepatnya di Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) sore.

"Ya betul, 26 orang meninggal dunia. Saat ini masih dilakukan pendataan dan identifikasi oleh Satreskrim Polres Subang," ujar Joni melalui telepon.

Kawasan ini selalu disebut-sebut sesama para pengguna jalan agar tetap waspada.

Penduduk sekitar menyebut kawasan itu sebagai tanjakan Emen.

Disebut tanjakan karena jalan memang menanjak bagi kendaraan dari arah Subang menuju Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sebelumnya terjadi beberapa kali insiden maut di tanjakan Emen ini. Lokasi di jalan yang menghubungkan Bandung dan Subang ternyata menyimpan misteri.

Berbagai kecelakaan maut bahkan dikaitkan dengan kisah mistis itu.Dilansir dari beberapa warga sekitar, nama "tanjakan Emen" berasal dari nama seorang sopir. Emen adalah sopir oplet jurusan Bandung-Subang.

Dia konon meninggal di lokasi tersebut ketika mengangkut ikan asin dari Ciroyom, Bandung, menuju Subang. Oplet Emen mengalami kecelakaan sehingga terbalik dan terbakar.

Tubuhnya pun terbakar hidup-hidup. Konon, Emen adalah satu-satunya sopir yang berani mengemudi di jalur ini pada malam hari.

Seusai musibah itu, terjadi sederet kecelakaan lain dengan berbagai musabab, seperti rem blong, ban selip atau kendaraan terperosok. Kejadian aneh lain kerap terjadi di lokasi ini.

Semisal kendaraan yang tiba-tiba mogok atau pengguna jalan yang melintas tiba-tiba kerasukan.

Sederet kejadian aneh ini membuat warga setempat percaya bahwa arwah mendiang Emen masih gentayangan.

Ada pula mitos yang berkata lain. Asal-usul tanjakan Emen ini bukan dari kisah meninggalnya sopir oplet.

Justru berasal dari nama korban tabrak lari di lokasi tersebut. Korban itu dikabarkan bernama Emen.

Konon, mayatnya malah disembunyikan di balik semak belukar dan pepohonan rimbun oleh si penabrak. Tak diketahui kapan kecelakaan itu terjadi. Warga sekitar meyakini arwah Emen yang meninggal tak wajar itu gentayangan.

Jadi, asal muasal nama tanjakan Emen ini ada dua versi berbeda.

Sebagai bentuk penghormatan bagi arwah Emen yang menjadi mitos itu, pengemudi yang melintas biasanya menyalakan sebatang rokok.

Kemudian rokok tersebut dilemparkan ke pinggir jalan. Kebiasaan ini dipercaya bisa membuat arwah Emen tak mengganggu.

Rokok tersebut disebut sebagai simbol pemberian untuknya. Sebab, Emen dikenal sangat suka merokok di masa hidupnya.

Entah ini benar atau tidak, Anda tak harus percaya. Namun, dua kisah itu adalah mitos yang beredar tentang tanjakan Emen yang kerap memakan korban kecelakaan.

Posisi bus terguling sehingga banyak nyawa melayang.

Seperti diketahui, ?bus berpelat nomor F7959AA membawa rombongan wisatawan dari Koperasi Simpan Pinjam Permata, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Mereka baru saja meninggalkan wisata kawah Gunung Tangkuban Parahu di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

AKBP M Joni menyatakan bus pariwisata itu membawa sekitar 40-an orang.

Rombongan kembali pulang ke Tangsel via Tol Cikopo-Palimanan yang bisa diakses dari Gerbang Tol Subang Kota.

Setelah keluar dari gerbang Tangkuban Parahu, bus harus melewati turunan panjang sekitar kurang lebih dua kilometer.

Saat melewati turunan panjang yang curam dan berkelok-kelok di tengah kebun teh dan hutan pinus itulah bus mengalami kecelakaan tragis.

"Bus menuju Subang kota dari arah Bandung. Saat melintas turunan panjang dan berkelok, bus tidak terkendali karena diduga rem blong. Kemudian menabrak sepeda motor bernomor polisi T4382MM. Bus kemudian menabrak tebing sebelah kiri jalan dan terguling di bahu jalan," ujar AKBP Joni.

Kondisi jalan dari gerbang wisata menuju kawasan kolam renang Gracia berupa turunan panjang sekitar 2 kilometer dengan jalan berkelok-kelok.

Di tengah turunan panjang dan berkelok-kelok itulah, bus ini mengalami musibah.bun


 

Berita Kriminal Lainnya