Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Asap Pabrik Baja Rusak Tanaman,

Warga Blokir PT MJM

MOJOKERTO (Realita) - Ratusan warga Dusun Sepande, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, gelar unjuk rasa di depan pabrik PT Manna Jaya Makmur (MNM), perusahaan peleburan baja di Jl Raya Pacing - Dlanggu KM 2 Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Selasa (10/1/2017).

Aksi ratusan warga Dusun Sepande Tambakagung di depan pabrik baja PT MJM.

Mereka menuntut agar pabrik menghentikan polusi asap yang menganggu tanaman pertanian serta kesehatan warga.


Aksi yang diawali dengan berdo'a bersama di makam umum di Dusun Sepande sekitar pukul 09.00 WIB, usai do'a bersama, massa kemudian longmarch menuju pabrik baja. Dengan berjalan kaki, warga terus melontarkan yel-yel 'mana janjimu'.

Selain yel-yel, warga juga membentang sejumlah sepanduk sindiran yang bertuliskan, selamat datang kampung wisaya asap kampung Satria baj hitam, kami bukan nyamuk jangan asap kami, gara-gara kamu PT MJM anakku jadi gosong, asap PT MJM mengandung logam berat tolong kami para penguasa.

Tak hanya itu, benner surat perjanjian dengan ukuran besar dipampang di depan pintu gerbang pabrik baja. Selanjutnya?, sejumlah perwakilan warga melakukan orasi secara bergantian dengan pengawalan aparat kepolisian.

Di luar dugaaan, saat perwakilan warga orasi, mendadak Kades Sumberwono Saiful Hidayat alias Remond mendatangi Kades Tambah Agung, Filla Muji Utomo yang saat itu memantau langsung aksi warganya. Tak pelak, keduanya bersitegang dengan saling melontarkan argumentasinya. Diduga, Remond sempat marah dengan adanya aksi warga Dusun Sepande secara mendadak, padahal warga telah melayangkan surat pemberitahuan unjuk rasa  ke Polres Mojokerto.


"Kami datang kesini nagih janji, sesuai surat kesepakatan tertanggal 1 Desember 2016 yang intinya pihak menejemen PT Mana Jaya Makmur menghentikan aktifitas peleburan jika masih menganggu warga dan pertanian di Dusun Sepande," ungkap Satukah, saat orasi.

Menurutnya, dampak dari asap peleburan PT MJM ini juga merusak tanaman warga di areal persawahan khususnya di belakang pabrik baja. "Tanaman kedelai, padi, jagung daunya bolong-bolong, bahkan tak sediki yang gagal panen karena tidak berbuah," tegasnya.

Sementara itu, Kades Tambakagung Filla Muji Utomo yang juga koordinator aksi menambahkan, dalam waktu dekat warga akan melaporkan polusi udara akibat asap yang dikeluarkan PT MJM ke BLH Kabupaten Mojokerto. "Kami akan meminta BLH turun ke lokasi untuk mengecek dan meninjau ulang proses produksi yang menyebabkan asap yang menganggu warga dan tanaman pertanian. Bahkan, aktifitas ibadah warga juga terganggu. Jika tidak ada respon untuk memperbaiki soal asap, kami akan menempuh jalur hukum," pungkas pria yang hobi motor CB ini. ujeck

 

Berita Hukum Lainnya