Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Asyik Mesum di Kenjeran saat Ramadhan,

Digerebek

SURABAYA (Realita) – Memasuki hari kelima puasa Ramadan 2014, sebanyak 21 pasangan mesum diamankan dari hotel kawasan wisata Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Kamis (3/7) dini hari.

Sedang asyik bercinta dalam kamar, digerebek petugas dan tak bisa menunjukkan identitas.

Tak hanya itu, razia mendadak Satuan Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini juga menjaring pegawai Lapas Sidoarjo, yang kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama perempuan selingkuhannya. Fakta ini kian menguatkan Kenjeran Park (Kenpark) milik Soetiaji Yudho ini menjadi tempat wisata mesum. Di saat puasa saja, pengusaha yang memiliki nama Tionghoa, Loen Toen Bie, ini masih menyediakan tempat bagi pasangan mesum. Padahal, sesuai Perda No 7 Tahun 1999 melarang penggunaan bangunan untuk perbuatan asusila. Polisi bergerak mulai Rabu malam pukul 22.00 Wib, langsung menuju Sirkuit Hotel yang berada di dalam Kenjeran Park-- juga dikenal dengan nama Pantai Ria Kenjeran. Di kalangan masyarakat, hotel ini dikenal sebagai langganan pasangan mesum untuk melampiaskan birahinya. Apalagi tarif kamar hotel tak jauh beda dengan lokalisasi Jarak dan Dolly. Yakni, mulai dari Rp 40 ribu, Rp 55 ribu dan Rp 60 ribu. Kedatangan polisi tak diketahui oleh semua tamu hotel yang saat itu sedang asyik di dalam kamar. Bahkan, sejumlah petugas hotel yang saat itu berjaga tampak kelabakan dan tak bisa berbuat banyak. Tanpa bantahan, mereka pun akhirnya menyerahkan daftar kamar yang telah ditempati para tamu. Berdasarkan data kamar dari petugas hotel, puluhan aparat di bawah komando Kasat Sabhara AKP Supiyan ini mengetuk satu per satu kamar. Tak mau kecolongan, polisi juga memeriksa kamar lain yang tak masuk dalam daftar kamar yang diboking. Mereka berlarian menyelamatkan muka mereka. Dengan berpura pura sebagai pelayan hotel, sang penghuni kamar langsung membuka pintu. Betapa kagetnya saat diketahui yang datang anggota kepolisian. Sejumlah penghuni kamar sontak kelabakan dan berusaha menghindar. Mereka terbata-bata saat menjawab pertanyaan petugas. Selain memeriksa identitas tamu, polisi juga memeriksa barang bawaan penghuni kamar.

Pelaku mesum ini berlarian menutupi wajah mereka.

Tak dinyana, polisi menemukan satu kantong plastik klip yang diduga bekas sabu. Meskipun barang bukti yang diperoleh masih meragukan, petugas tetap memeriksa kedua pasangan tersebut. Dari pemeriksaan yang dilakukan, si pria berinisial EM (45 tahun) ternyata pegawai Lapas Sidoarjo yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) golongan 3B. Sedang perempuan yang diduga WIL-nya (wanita Idaman Lain), ML (31 tahun) asal Sidoarjo. Setelah menjalani serangkaian tes laboratorium untuk mengecek urine, diketahui keduanya positif mengonsumsi sabu. Saat ini oknum Lapas Sidoarjo bersama pasangannya itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Setelah menemukan plastik yang diduga sebagai bungkus sabu, keduanya lantas diperiksa dan dilakukan tes urine, hasilnya keduanya positif mengonsumsi narkoba jenis sabu sehingga kasus ini kini ditangani petugas dari Satuan Narkoba,” ujar Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lily Djafar di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (3/7).

Para pelaku diamankan dengan diangkut ke truk.

Tak hanya itu, saat digeledah, EM juga kedapatan membawa buku rekapan togel dan isi HPnya juga terdapat rekaman video mesum bersama pasangannya, ML. Sementara pasangan mesum lain yang kena garuk juga diperiksa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Sebanyak 20 pasangan ini telah didata dan dikenakan pasal tipiring (tindak pidana ringan). Setelah didata diberi pengarahan, mereka dipulangkan. Sedang satu pasangan, EM dan ML, terpaksa diinapkan lantaran positif mengkonsumsi narkoba. "Semua sudah kita data. Dan saat ini sudah kita perbolehkan pulang ke rumahnya masing masing. Kecuali satu pasangan yang laki lakinya merupakan pegawai Lapas Sidoarjo. Keduanya masih kita amankan untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut ," kata Lily. AKP Supiyan menambahkan razia ini dilakukan untuk menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Apalagi berdasar laporan masyarakat hotel di Kenjeran Park ini digunakan untuk tempat mesum. “Hotel di Kenjeran Park ini kan sudah seringkali kita razia. Karena kerap menjadi ajang mesum bagi pasangan kumpul kebo saat bulan suci ramadhan. Razia ini juga kita dilakukan untuk menghormati dan menjunjung tinggi kesucian bulan ramadan. Jadi, razia ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Dan kita akan merazia di hotel-hotel lainnya di wilayah kerja kita," papar AKP Supiyan.

Setiadji Yudho (kanan).

Sementara itu, Soetiaji Yudho dalam satu kesempatan pernah mengomentari Kenpark yang dicitrakan sebagai tempat mesum. Kata Soetiaji, pihaknya punya petugas keamanan yang selalu melakukan patroli keliling Kenpark. Namun ia tak kuasa melarang orang pacaran di area wisata yang dibangunnya. “Siapa sih yang bisa melarang orang berpacaran? Tidak mungkin. Anak-anak muda itu ya memang dunianya seperti itu. Kita yang sudah dewasa pun dulunya pernah muda dan pernah berpacaran. Nah, yang bisa kita meminimumkan ekses dari pacaran itu agar tidak kebablasan,” kata Soetiaji Yudho dalam satu blog milik seorang jurnalis Surabaya. by

 

Berita Layanan Publik Lainnya