Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Awas! 30 Juta Konten

Porno Siap Memvirus Putra Anda

JAKARTA (Realita)- Sedikitnya 30 juta konten pornografi belum diblokir dan masih bisa diakses di dunia maya setidaknya hingga Januari 2018 mendatang.

Pornografi mengancam siapapun di manapun.

Karenanya, para orangtua perlu proaktif mengawasi putra-putrinya dalam beraktivitas menggunakan internet agar terhindar dari virus pornografi.

Informasi masih membanjirnya konten pornografi di dunia maya terungkap dalam jumpa pers di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kemarin.

Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengakui pihaknya selama ini kewalahan dalam memberantas pornografi yang sudah mencapai angka fantastis hingga puluhan juta konten.

"Selama ini, pemerintah baru bisa menghapus 700 ribu konten pornografi lewat cara manual. Tetapi dengan sistem crawling, Kominfo dapat menutup 30 juta konten pornografi," ujarnya.

Sistem crawling ini bisa menerima laporan masyarakat dari situs pengaduan "Trust Positif". Sistem kemudian membaca konten untuk dianalisa hingga pemblokiran bila masuk dalam konten negatif.

Dengan sistem tersebut, pemblokiran akan berjalan lebih cepat dibandingkan sistem manual yang dipakai selama ini.

Berdasar penelusuran Realita.co, konten pornografi hingga kini terbilang sangat mudah untuk diakses. Melalui mesin pencari "Google" pun bisa mendapatkan konten-konten pornografi, baik melalui web tertentu khusus menyajikan pornografi atau lewat blogspot.

Karenanya, pendampingan atau pengawasan terhadap aktivitas anak dalam menggunakan internet menjadi sangat penting. Apalagi para "pemain film lokal" dalam video-video pornografi mayoritas anak-anak baru gede, yang diduga terkontaminasi virus pornografi tersebut.

Hal menyedihkan, beberapa video yang beredar di dunia maya ada yang masih menggunakan seragam sekolah hingga seragam Pramuka. Sebagian lainnya, para pria berumur melakukan "action" dengan para remaja atau tengah berselingkuh, termasuk oknum-oknum PNS.

Seorang publik figur, Nafa Urbach, pun sempat mendapat kiriman pornografi dari seorang anak baru gede. Kasusnya itu kini tengah diproses dikepolisian.

Menurut Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, penggunaan teknologi crowling tersebut dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat dalam menciptakan ekosistem Internet dan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari konten negatif di Internet.

Selain itu melaksanakan amanat UU yang mengharuskan Kemkominfo terus mengupayakan yang terbaik sehingga menjadi tanggung jawab negara dan pemerintah untuk melakukan pencegahan penyebarluasan dan penggunaan Informasi Elektronik yang memiliki konten bermuatan negatif  sesuai Pasal 40 ayat 2a dan 2b serta Pasal 43 ayat 5 butir h Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Adapun perusahaan yang berhasil memenangkan tender untuk pencegahan pornografi adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). Perusahaan ini akan bekerja pada awal tahun 2018. war

 

Berita Gaya Hidup Lainnya