Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Banjir di Thailand Selatan ,

Tewaskan 21 Orang

JAKARTA (Realita) - Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Thailand menyebabkan banjir bandang.

Banjir Bandang di Thailand

Musim penghujan di Negeri Gajah Putih biasanya berakhir pada pengujung November.

Hujan lebat dan banjir jarang terjadi pada Januari. Sebanyak 12 dari 67 provinsi diguyur hujan lebat di luar musim tersebut.

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang bertambah dari 18 menjadi 21 orang. Banjir bandang juga mengganggu produksi karet dan menutup sejumlah infrastruktur penting. Pemerintah junta militer terpaksa meningkatkan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang tergenang banjir.

Kami mengirim tentara, polisi, dan Menteri Dalam Negeri untuk meredakan situasi,” ujar Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan, seperti dimuat Reuters, Senin (9/1/2017). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana setempat, lebih dari 330 ribu rumah tangga terdampak luapan air setinggi atap rumah.

Bandara utama di Provinsi Nakhon Si Thammarat ditutup untuk waktu yang belum dapat ditentukan. Perjalanan kereta api dari Ibu Kota Bangkok menuju Nakhon Si Thammarat juga dihentikan untuk sementara waktu. Thailand Selatan juga dikenal sebagai penghasil karet dan banjir datang di waktu yang tidak tepat bagi para petani karet.

“Ini adalah dampak paling buruk yang kami rasakan dalam 10 tahun terakhir. Masalahnya, tahun ini kami sudah menderita kekeringan banjir sehingga ini menjadi bencana besar bagi para petani karet,” ujar Presiden Dewan Karet Alam Thailand, Uthai Sonlucksub.

Banjir bandang terakhir kali melanda Thailand pada 2011 yang menewaskan 900 orang. Banjir bandang juga menyebabkan proses produksi barang terganggu. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi Thailand hanya mencapai angka 0,1% pada 201i.ibn

 

Berita Layanan Publik Lainnya