Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Bantah Perintah Kepsek ,

Tenaga Operator Honorer Dipecat

BATURAJA (Realita) - Lantaran membantah perintah atasannya, Meli, operator sekolah yang berstatus tenaga  honorer di SD Negeri 71 OKU, harus menerima kenyataan pahit.

Ilustrasi dipecat.

Ia langsung diberhentikan secara sepihak oleh Kepala SD Negeri 71 OKU, Romilah.

Masalahnya sepele, Meli tak mau menuruti keinginan sang kepala sekolah untuk mendata anak kandungnya masuk dalam daftar  database pengangkatan guru honorer.

“Awalnya diperintah kepala sekolah untuk memasukan nama anak kandungnya ke database, namun saya tolak karena hal itu menyalahi aturan, sebab masuk database bukan sembarangan ada prosedur mekanismenya. Begitu saya tolak keinginannya, ternyata kepala sekolah langsung memberhentikan saya sebagai operator yang sudah lama mengabdi di sekolah ini,” katanya kepada Realita.co Sabtu (2/12/2017).

Masih kata Meli, pada waktu itu kepala sekolah Romilah mengatakan,  "Kamu terpaksa saya berhentikan sebagai operator sekolah karena sudah membantah perintah".

“Iya, saya begitu kaget, karena secepat itu diberhentikan oleh kepala sekolah dan saat ini saya sudah tidak lagi bekerja sebagai operator di SD Negeri 71 OKU,” tuturnya.

Sementara itu menurut salah seorang guru yang namanya minta dirahasiakan, jika Romilah itu kepala sekolah baru tahun ini menjabat, memang sering bertindak arogan dan sewenang-wenang terhadap guru, apalagi dengan guru honorer.

“Kami minta Dinas Pendidikan Kabupaten OKU dapat memanggil dan memberikan teguran kepada kepala sekolah Romilah, demi untuk kebaikan bersama agar semua guru dapat bekerja dengan nyaman, sehingga tidak ada lagi terjadi tindakan arogan juga sewenang-wenang yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru-guru PNS maupun tenaga honorer,” tegasnya si sumber.

Sementara itu saat dikonfirmasi Realita.co, Kepala SD Negeri 71 OKU Romilah belum bisa memberikan tanggapan. Begitupun terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten OKU belum ada yang berkomentar. yan

 

Berita Hukum Lainnya