Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Bawa Senpi Saat Jemput Anak Sekolah,

Sekuriti Ini Terancam 20 Tahun Penjara

SURABAYA (Realita) -  Bawa senjata api saat menjeput anak sekolah, Karjito bin Dulkomar, petugas sekuriti di salah satu tempat hiburan malam kawasan Surabaya Selatan ini, didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (9/5/2018).

Terdakwa Kartijo (sebelah kiri pojok) Moh. Rohan alias Rohan bin H. Soleh, Rahmat alias Mat Levis dan Piter Alvons alias Ambon bin Albinus (berkas terpisah).

Terancam hukuman maksimal 20 tahun.

Pada sidang yang digelar di ruang sidang Garuda ini, mengagendakan pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ririn Indrawati dari Kejaksaan Tanjung Perak. Selain Karijoto ada tiga terdakwa lain yakni Moh. Rohan alias Rohan bin H. Soleh, Rahmat alias Mat Levis dan Piter Alvons alias Ambon bin Albinus (berkas terpisah).

Dalam surat dakwaan tersebut dijelaskan, bahwa terdakwa Kartijo ditangkap oleh tim Antibandit Unit Tipidter Polrestabes Surabaya. Saat terdakwa sedang berdiri di pinggir jalan depan SMPN 5 Surabaya, untuk menjembut anaknya pulang sekolah. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu unit senjata Api Revolver Colt SPC 38 Kaliber 0,38 inc nomor senjata 725028 dengan 6 butir peluru 

Atas perbuatannya terdakwa didakwa pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 Tentang mengubah "Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen" (STBL.1948 No.17) dan UU RI dahulu No.8 tahun 1948. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Atas dakwaan tersebut, Kartijo dan ketiga terdakwa lainnya tidak keberatan, sidang dilanjutkn kepembuktian. Namun sebelum sidang ditutup, hakim Anne Rusiana selaku ketua majelis memberikan nasehat kepada para terdakwa. "Kamu (para terdakwa) tau, memiliki senjata api berbahaya dan itu harus memiliki ijin. Memiliki Airsoft Gun aja ada ijinnya, apalagi senjata api," tutut hakim Anne kepada para terdakwa sembari mengetuk palu.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat anggota tim Antibandit Unit Tipidter Polrestabes Surabaya. Mencurigai terdakwa Kartijo saat melihat bagian pinggulnya terlihat menonjol yang bentuknya mirip gagang senpi.  Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu unit senjata Api Revolver Colt SPC 38 Kaliber 0,38 inc nomor senjata 725028 dengan 6 butir peluru.

Dari keterangan, terdakwa mengaku memperloh senpi tersebut dengan cara membeli seharga Rp. 2.500.000,- dari Moh. Rohan (berkas terpisah) pada 16 Agustus 2017 di Tambak Ikan di Jalan Tambak Dalam Surabaya, sedangkan dari keterangan Moh. Rohan barang tersebut (senpi) didapat dengan cara membeli pada Rahmat (berkas terpisah) seharga Rp. 2.000.000.

Rahmat sendiri mengaku mengambil senpi tersebut bersama Piter Alvons (berkas terpisah) dari Junaedi (pemilik senpi) dimana saat itu Junaedi tertidur di dalam mobil di parkiran darurat Jalan Tol KM 700 arah Perak Surabaya, saat kaca mobil terbuka pistol yang ada ditas slempang Junaedi langsung diambil.ys

 

Berita Hukum Lainnya