Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Begini Pengakuan Ayah Kejam yang

Aniaya Bayinya Sendiri hingga Tewas

SURABAYA (Realita) - Panji Adi Saputro, ayah kejam yang tegah menganiaya bayinya sendiri hingga tewas terus berkelit saat diinterogasi polisi. Lelaki berusia 33 tahun ini mengaku mendapat bisikan gaib saat membunuh bayinya.


"Saya tidak membunuh, saya tidak menganiaya," ucapnya lantang.

kapolrestabes surabaya kombes pol rudi setiawan saat menginterogasi tersangka Panji di mapolsek tambaksari, rabu (10/1).

Kemudian, saat Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan datang di Mapolsek Tambaksari, Panji terdiam.

Rudi lantas mendekati Panji, kemudian pelan-pelan bertanya kepadanya. Namun dia enggan menjawab, dan terus menundukkan kepala. Tapi, tak lama setelah itu, Panji pun buka mulut dan menjawab pertanyaan Kombes Pol Rudi.

"Tiap hari bangun tidur itu mesti nangis, langsung saya kasih susu. Susu habis botolnya dibuang terus nangis, tiap hari seperti itu. Saya juga dengar suara, ini anak grandong. Saya disuruh nggrandong untuk togel, padahal tidak dan itu terus seperti itu, suaranya seperti itu," ungkap Panji kepada Kombes Pol Rudi di Polsek Tambaksari, Rabu (10/1).

Panji mengaku mendengar suara gaib tidak sekali, tetapi setiap hari saat menjaga anaknya sewaktu istrinya bekerja. "Suaranya tidak kelihatan, wajahnya tidak terlihat, cuma telinga yang mendengar setiap hari seperti itu sampai kemarin itu," ucapnya enteng.

Pria yang bekerja sebagai pengamen ini juga mengelak jika dikatakan menganiaya anaknya hingga tewas dengan cara dibanting. 

"Kan jatuh terus, ya jatuh sendiri. Kadang saya maju sedikit tiba-tiba jatuh sendiri, menjatuhkan badannya sendiri. Kebanyakan jatuhnya dari kamar tidur. Tiba-tiba seperti itu, kadang benturin kepalanya sendiri. Dan saya tidak benturin," kata Panji.zain

 

Berita Kriminal Lainnya