Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Berkat Wapres,

Baasyir Bisa Berobat

JAKARTA (Realita)- Tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sempat menemui Wakil Presiden (Warpres) RI Jusuf Kala (JK), bulan Juli lalu.

Ustadz Baasyir.

Tujuannya, untuk mengajukan permohonan Medical Check Up (MCU) terhadap Abu Bakar Ba'asyir (ABB).
"Prosesnya, agak panjang. Kita (tim dokter) temui Wapres, minta tolong dimudahkan proses MCU. Seandainya diajukan via surat, bisa-bisa mentok. Biasalah, kan birokrasi," ungkap Ketua Tim dokter MER-C Joserizal Jurnalis usai konferensi pers di kantor pusat MER-C, Sabtu (12/8).

Setelah di ACC JK, tim dokter pun merujuk ABB ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RS-JHK), Rabu (9/8) sore. Terpidana kasus terorisme itu juga dikawal ketat pengamanan bersenjata lengkap.

"Jadi, beliau (ABB) berangkat, Rabu sore. Dikawal MER-C, juga aparat keamanan," terang Rizal.

Saat itu, Rizal sempat meminta pihak keamanan dapat bersikap low profile. Mengingat, Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu hanya melakukan MCU biasa.

"Saya minta, aparat low profile. Tidak pakai perlengkapan, Baracuda dan lainnya. Tujuannya, agar tidak menggangu pasien lain di RS-JHK. Karena hanya MCU," urai Rizal.

Aparat, lanjutnya, disarankan mengenakan setelan ala agen ala Amerika Serikat. Seperti, Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Central Intelligence Agency (CIA). Cukup dengan jas dan senjata yang tidak terlalu mencolok.

Selama di rumah sakit, ABB justru mendapat pengawalan dari pihak lapas selayaknya narapidana super maximum security.

Aparat justru mengenakan atribut lengkap, helm, rompi anti peluru serta senjata laras panjang. Termasuk saat menjaga area luar kamar tempat ABB dirawat.

"Tapi, apa boleh buat. Malah dikawal laras panjang saat (mengamankan) di kamar ustad. Mungkin, (aparat jaga) perlu kita ajak ke Lebanon," sesalnya.

Seperti diketahui, ABB menjalani MCU, Kamis (10/8). Dokter mendiagnosa, ada gangguan aliran darah balik yang tersumbat hingga menyebabkan kakinya membengkak. Seperti yang dikeluhkannya selama di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil MCU, ABB juga mengalami diagnosa pada jantung dan fungsi abdomen lainnya. Namun, ABB tetap diijinkan untuk rawat jalan. Dengan catatan harus kontrol kembali bulan depan.ray

 

Berita Politik Lainnya