Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Bonek dan

PSHT Mendeklarasikan Perdamaian

SURABAYA (Realita) - Suporter Persebaya Surabaya atau Bonek dan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Kamis sore (12/10) mendeklarasikan perdamaian yang diinisiasi pimpinan tiga pilar Kota Surabaya dihalaman Mapolrestabes Surabaya.


Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M.

Pimpinan tiga pilar Kota Surabaya melepas burung merpati, diikuti perwakilan anggota PSHT dan massa Bonek saat deklarasi damai dihalaman Mapolrestabes Surabaya, Kamis (12/10).

Iqbal mengatakan, deklarasi perdamaian ini digelar menyusul bentrok antar dua kelompok tersebut pada Minggu (1/10) dini hari lalu, usai laga kandang Persebaya melawan Persigo Semeru FC Lumajang. Dalam bentrokan tersebut, menewaskan dua orang korban dari kubu PSHT.


"Deklarasi perdamaian ini merupakan idenya Ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini," ujar Iqbal kepada wartawan di sela deklarasi yang berlangsung di halaman Mapolrestabes Surabaya.


Iqbal menerangakan, bahwa sehari setelah kejadian, pihaknya sebenarnya telah langsung bergerak melakukan penyelidikan dan sampai sekarang sudah menetapkan lima orang tersangka dengan peran masing-masing pelaku yang berbeda-beda.


Penetapan tersangka itu, juga berkat kerja sama bonek dan PSHT. Sebab, kedua kubu juga telah sepakat menyerahkan proses hukum kepada Polrestabes Surabaya. "Tanpa kerja sama kedua pihak, kami tidak bisa bekerja secepat ini dalam menetapkan tersangka," tutur alumnus Akpol 1991 itu.


Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, deklarasi perdamaian antara massa bonek dan PSHT dirasa perlu agar tidak terjadi kerusuhan yang lebih meluas.


"Awalnya saya ingin menemui pimpinan PSHT di Madiun, tapi saya dapat informasi pimpinannya masih di luar negeri. Sehingga, saya rasa cukup dengan deklarasi perdamaian ini saja," katanya.


Risma mengingatkan bangsa ini menjadi besar seperti sekarang berkat para pahlawan dan pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya mengusir penjajah.


"Saya yakin pejuang kita akan menangis kalau melihat sesama bangsa sendiri saling bermusuhan karena mereka dulu itu mati-matian melawan penjajah," tambahnya.


Komandan Korem 084/ Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli juga berharap deklarasi perdamaian ini menjadi titik awal bagi masa depan Kota Surabaya yang lebih aman, makmur dan tentram.


Sedangkan Ketua Cabang PSHT Surabaya Maksum Rosidin menjamin bersama segenap anggotanya akan memegang teguh perdamaian yang hari ini dideklarasikan bersama bonek.


"Bahkan sejak sebelum deklarasi, kami sudah menjaga komitmen tidak saling melakukan balas dendam dan menyerahkan proses hukum ke Polrestabes Surabaya," ujarnya.


Hal senada juga diungkapkan Koordinator Bonek, yakni Andi Peci. Dia menyatakan komitmen untuk tidak memicu kerusuhan lagi. "Kami sadar bonek masih perlu banyak pembinaan untuk berbuat yang lebih baik lagi. Tapi kami telah berkomitmen kejadian dengan PSHT ini adalah yang terakhir," tuturnya.zain

 

Berita Kriminal Lainnya