Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Buruh Minta Upah

Presentase Dinaikkan

JAKARTA (Realita) - Mendesak para kepala daerah untuk menetapkan upah minimum provinsi (UMP), untuk menetapkan upah presentase lebih besar yang ditetapkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan sebesar 8,25 persen. Hal ini telah dilakukan oleh Gubernur Aceh yang menetapkan kenaikan upah minimum sebesar 20 persen dari UMP 2016. Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan buruh mendesak para gubernur di seluruh Indonesia mengikuti langkah Gubernur Aceh, dengan tidak menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dalam menetapkan upah minimum di daerahnya.

Ilustrasi upah buruh

Sebab dengan demikian, kenaikan upah minimum diharapkan bisa lebih tinggi. "Saya meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Gubernur-Gubernur yang lain untuk tidak menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015," ujar dia di Jakarta. Said menuturkan, kaum buruh akan terus berjuang menuntut pencabutan PP Pengupahan tersebut yang dianggap bermasalah. PP ini dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan berdasarkan rekomendasi DPR harus dicabut. "Ayo perjuangkan di semua daerah agar para gubernur dan Bupati/Walikota dalam menaikkan upah minimum tidak memakai PP No 78 Tahun 2015. Buktinya Aceh bisa," kata dia. Sebagai bentuk perjuangan tersebut, ribuan buruh se-Jawa Barat akan melakukan aksi di Gedung Sate, Bandung pada Kamis 27 Oktober 2016. Pada saat yang sama, ribuan buruh se-Banten juga akan melakukan aksi di Kantor Gubernur. "Gelombang aksi akan terus terjadi, apabila Pemerintah tidak mengakomodir kepentingan buruh dan terus menerus mempraktikkan upah murah," ujar dia. lip/krs

 

Berita Politik Lainnya