Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Cabuli Anak di Bawah Umur,

Anggota Komunitas Punk Diadili

SURABAYA (Realita) - Aji Suwito, warga asal Tambak Asri akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/1/2018).

Terdakwa Aji Suwito saat menjalani persidangan.

Pria yang merupakan anggota Komunitas Punk ini diadili lantaran nekat telah mencabuli anak di bawah umur.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi mengungkapkan, kasus asusila ini berawal dari perkenalan terdakwa dengan SA di Lapangan Kodam Brawijaya pada 15 Oktober 2017. “Saksi korban (SA) berkenalan dengan terdakwa dan teman-temannya dari Komunitas Anak Punk asal Pasuruan. Dari perkenalan itulah, korban sering diajak terdakwa mengamen di beberapa daerah di Surabaya,” ujarnya.
Singkat cerita, SA yang masih berusia 13 tahun kemudian kembali diajak terdakwa mengamen di daerah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada 18 Oktober 2017. “Jelang malam, korban diberi minuman keras oleh terdakwa. Setelah korban mabuk, terdakwa langsung membawa korban masuk ke dalam kontainer. Dengan bujuk rayunya, terdakwa akhirnya menyetubuhi korban,” terang JPU Samsu.
Tak berhenti di situ, terdakwa kembali menyetubuhi korban di sebuah gubuk di daerah Pasuruan. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.ys

 

Berita Hukum Lainnya