Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Catatan Sejarah George

HW Bush Semasa Hidup

TEXAS (Realita) - Presiden Amerika Serikat (AS) ke-41 George Herbert Walker Bush atau dikenal dengan George Bush Senior meninggal dunia pada Sabtu (1/12/2018) di Houston, Texas di usia 94 tahun.

George Bush di masa tuanya.

Bush meninggal 8 bulan setelah istrinya Barbara menghadap Tuhan. Tokoh kenamaan yang lahir di Milton, Massachusetts, ini terkenal karena pernah memerintahkan militer AS mengusir tentara Irak dari Kuwait.

Lahir di Massachusetts pada 1924 silam, Bush berasal dari keluarga berada. Darah politiknya mengalir dari sang ayah, Prescott Bush, seorang pengusaha yang terjun ke pemerintahan dengan menjadi seorang senator dari Connecticut.

Menikahi Barbara pada 1945, Bush memiliki enam anak yakni Presiden AS ke-43 George, Robin, John yang lebih dikenal dengan sapaan Jeb, Neil, Marvin, serta Dorothy.

Bush merupakan lulusan ekonomi Universitas Yale, salah satu sekolah Ivy League di AS yang terkenal akan kesempurnaan akademis dan elitismenya.

Bush muda sempat bergabung dengan angkatan laut AS setelah lulus dari sekolah menengah atas. Dia bahkan menjadi pilot termuda Angkatan Laut AS saat itu dan pernah diturunkan dalam sejumlah operasi saat Perang Dunia kedua (PD II).

Selama menjabat di Gedung Putih, George HW Bush dikenal sebagai presiden yang sukses dengan politik luar negerinya, namun tak begitu cemerlang menyelesaikan masalah di dalam negeri. 

Setelah menjadi wakil presiden selama dua periode menemani Presiden Ronald Reagan, Bush menjalankan pemerintahan AS dengan hati-hati. Selama masa transisi, politikus Partai Republik itu tak mencetus kebijakan signifikan maupun membawa perubahan radikal dalam negara.

Di luar negeri, mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu menghadapi perubahan politik global yang dramatis menyusul berakhirnya Perang Dingin dan keruntuhan Uni Soviet.

Selama periode 1989-1993, Bush menerapkan sejumlah kebijakan luar negeri yang didominasi pendekatan militer. 

Mantan Duta Besar AS untuk PBB itu juga pernah mengerahkan pasukan ke Panama demi menggulingkan rezim Manuel Noriega, yang dianggap korupsi dan mengancam warga AS di negara Amerika Tengah. Noriega pun diadili di AS atas dakwaan perdagangan narkoba.

Ujian terbesar Bush di luar negeri datang ketika Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein, menyerang Kuwait dan mengancam akan melakukan hal yang sama terhadap Arab Saudi, sekutu AS di kawasan.

Bush mengirim sedikitnya 425 ribu tentara ke Kuwait demi membendung Irak dibantu sekitar 118 ribu pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sekutu.

Kesuksesan AS di luar negeri nampaknya tak membuat Bush digemari oleh publiknya sendiri. Ia banyak dikritik karena tak mampu menghindari Negeri Paman Sam dari krisis ekonomi 1990.

Di dalam negeri, Bush menghadapi sejumlah tantangan seperti defisit perdagangan yang besar, pendapatan pemerintah federal yang terbatas, dan Kongres yang didominasi oleh Partai Demokrat.

Bush dikritik tidak memiliki visi jangka panjang dan tak bisa mengkomunikasikan pendekatannya secara efektif kepada publik.

Sebagian besar pemilih AS bahkan menganggap Bush tak begitu peduli dengan masalah domestik ketimbang politik luar negeri.

Bush senior pada akhirnya gagal mempertahankan keyakinan publik AS terhadap dirinya. Bush hanya sanggup bertahan selama satu periode kepemimpinan, setelah kalah dari Bill Clinton dalam pemilihan umum 1992.‎ beby 

 

Berita Sosok Lainnya