Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Ciri Sosial

Emosional Anak Bermasalah

JAKARTA (Realita)- Anak yang memiliki masalah dengan kemampuan sosial emosionalnya, bisa dilihat dari beberapa tanda.

ilustrasi

Tandanya bahkan bisa diidentifikasi sejak anak baru berumur dua bulan.

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta, dr Markus Danusantoso, SpA, menjelaskan tanda awal anak mengalami gangguan perkembangan sosial emosional dan perlu evaluasi dokter, yaitu yang pertama anak belum tersenyum pada usia dua bulan. Dan pada usia 10 bulan, anak belum takut pada orang lain. Anak juga belum bisa makan sendiri pada usia 18 bulan.

Dia juga belum memiliki perasaan bangga, malu, bersalah (guilt) atau belum ada keinginan berbagai (sharing), atau belum mampu menenangkan diri sendiri pada usia 18 sampai 20 bulan. Anak juga tidak memiliki imajinasi saat usia satu setengah tahun.

Selain itu, anak belum bermain symbolic play pada usia dua sampai dua setengah tahun. Dia juga belum bermain interactive play atau main dengan yang lain pada usia tiga sampai tiga setengah tahun.

Anak hanya mau main sendiri, dia juga belum bisa pretend play. “Jika ditemukan gejala-gejala seperti itu pada anak, segera bawa ke dokter. Lihat pula kenapa anak bisa seperti itu,” ujarnya dalam acara “Develop Social and Emotional Skills Through Playing” yang diselenggarakan Early Learning Centre (ELC), sebagai penyedia mainan yang membantu perkembangan anak, di Jakarta, belum lama ini.

Adapula hal-hal yang harus diperhatikan mengenai kemampuan sosial emosional anak, yaitu ketika bermain dengan anak, lanjutnya, orangtua bisa melihat ada atau tidak keterlambatan atau abnormal dalam aspek perkembangan lain pada anak. Misalnya kemampuan motorik, komunikasi dan bicara. Anak yang kemampuannya terlambat, secara sosial emosional juga sulit. Lihat pula apakah ada kemunduran kemampuan sosial emosional. “Lihat apakah ada kemunduran pada anak. Dalam proses perkembangan anak tidak boleh mundur.”

Yang kedua lihat pula apakah ada interaksi dengan orang lain. Apakah anak hanya interaksi terhadap orang tertentu atau objek tertentu. Jangan sampai anak hanya mau main dengan mainan tertentu saja, atau hanya mau bicara pada orang tertentu saja.

Lihat pula adanya tatap mata. Selain itu, perhatikan kesesuaian antara situasi kondisi sekitar dan ekspresi emosi, misal kondisi menyenangkan dia tersenyum, tertawa. rep

 

Berita Ekonomi Bisnis Lainnya