Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Cium Kaki Imigran

Cara Paus Tunjukkan Toleransi

JAKARTA (Realita) - Sebuah langkah tak biasa baru-baru ini dilakukan oleh Paus dalam menyambut pengungsi di Vatikan.

Aksi Paus Cium Kaki Pengungsi

Membasuh sekaligus mencium kaki imigran muslim, Hindu, serta Kristen Ortodoks sebelum memimpin misa Kamis Putih. Pemimpin umat Katolik sedunia itu mengunjungi lokasi penampungan para imigran di Castelnuovo, di luar Ibu Kota Roma, Italia. Ada 892 pencari suaka maupun imigran yang hidup di penampungan tersebut. Ada delapan lelaki dan empat perempuan yang terlibat dalam prosesi pencucian kaki, dipilih langsung oleh vatikan. Tiga pria muslim dari Mali, Suriah, dan Pakistan ikut dibasuh kakinya oleh Fransiskus. Pada sambutan saat homili, pembasuhan kaki para migran dari pelbagai latar agama itu melambangkan iman Katolik yang menekankan persaudaraan manusia. "Kita semua bersaudara dan pada hakikatnya ingin hidup damai," kata Sri Paus, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (25/3). Ini adalah kali kesekian Sri Paus membasuh serta mencium kaki orang papa sebelum Paskah. Tahun lalu, Fransiskus melakukan ritual ini bersama para tahanan. Sebelum ada perubahan norma oleh kepemimpinan Fransiskus, peserta pembasuhan oleh Paus ini hanya diikuti warga Katolik laki-laki. Bahkan perempuan juga kini bisa dibasuh pula oleh Sri Paus. Selain menyampaikan pesan perdamaian, penguasa Tahta Suci ini mengutuk serangan teror di Brussels, Belgia. Dia mengatakan yang paling diuntungkan dari aksi semacam itu adalah produsen senjata yang ingin dunia selalu dalam kekacauan. "Di balik kehancuran itu, ada produsen senjata, penyelundup alat perang, yang selalu haus darah." Sri Paus menyebut para teroris di Brussels yang menewaskan 35 orang serta melukai 200 lainnya adalah pengecut seperti Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. mnj

 

Berita Internasional Lainnya