Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Cokok Distributor Pil LL,

BNNK Surabaya Sita 600 Ribu

SURABAYA (Realita) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya kembali unjuk eksistensi.

Tersangka YS dan MT, saat diamankan di Kantor BNNK Surabaya bersama barang bukti 600 ribu pil LL siap edar, Sabtu (10/3).

Kali ini, lembaga anti madat itu berhasil membongkar peredaran obat-obatan terlarang jenis pil LL atau pil koplo.


Dua orang pelaku dapat diamankan, bersama barang bukti pil LL sebanyak 600 ribu. Mereka adalah YS (20), dan MT (43). Kedua pelaku merupakan warga Surabaya.


“Kedua pelaku ini kami amankan di Jalan Diponegoro Surabaya pada Kamis (8/3) malam,” sebut Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti kepada wartawan saat merilis kasus ini, Sabtu (10/3).


Suparti menjelaskan jika kedua tersangka merupakan jaringan pengedar narkotika di wilayah Rungkut, Surabaya.


Namun, berdasar hasil pengembangan sementara, kedua tersangka hanya mengedarkan pil LL di wilayah Rungkut saja.


“Awalnya kami menangkap seorang pemakai sabu. Kemudian kami interogasi lebih mendalam saat hendak kami rehabilitasi. Dari situlah kami mendapat keterangan terkait dua pengedar pil LL yang kami amankan ini,” jelasnya.


Tim BNNK Surabaya lantas mengantongi identitas YS. Mereka kemudian melakukan penelusuran dan berhasil menangkap YS di Jalan Diponegoro.


Namun, bukan sabu yang di dapat. Melainkan satu kardus berisi 100 bungkus pil LL. Tiap bungkus berisi 800 hingga 1.000 butir.


Tim kemudian kembali mengorek keterangan dari YS. Diketahui, YS bermaksud akan menyerahkan ribuan barang haram tersebut ke seorang distributor. Modus transaksi barang haram itu, yakni dengan sistem ranjau.


Artinya, antara YS dengan MT tidak saling bertemu. Transaksi barang hanya terjadi saat YS sudah meletakkan kardusnya di suatu tempat yang sudah disepakati. Saat kondisi aman, barulah MT mengambil barangnya.


Petugas yang mendapat informasi tersebut langsung bergerak. Beberapa anggota sudah siaga di titik sasaran. Akhirnya, MT yang menghampiri lokasi pengambilan barang dengan mobil, dapat langsung diringkus.


“Ternyata kami mendapati lebih banyak barang pil LL di bagasi mobilnya MT,” beber mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu.


Suparti melanjutkan, pada proses penangkapan tersangka kedua ini, ditemukan 5 kardus berisi pil LL. Totalnya 500 ribu butir. Pil haram tersebut dibungkus plastik berlabel vitamin B1. Isinya 1.000 butir per bungkus.


Kemudian, YS dan MT digelandang ke kantor BNNK Surabaya. Kasusnya sudah dilimpahkan ke kepolisian dan masih dalam pemeriksaan.


Sementara YS, kepada polisi mengaku bahwa pil tersebut diperolehnya dari bandar tak dikenal. Asalnya dari luar Surabaya. Saat mengirim satu kardus berisi 100 ribu pil itu, dia dibayar Rp 2 juta.


“Sebenarnya saya nggak kenal sama MT. Saya hanya disuruh kirim dan menyerahkan barangnya. Transaksinya pakai sistem ranjau,” dalih YS saat dirilis depan wartawan.


YS mengatakan, pil haram itu akan dijual seharga Rp 35 juta per kardus. Dengan rincian, kemasan dengan berlabel vitamin B1 dihargai Rp 350 ribu. Sedangkan kemasan yang tanpa label dijual seharga Rp 320 ribu. 


“Buat keperluan sehari-hari aja pak, ketimbang nganggur,” katanya dengan enteng. Saat ini, BNNK Surabaya masih mengembangkan kasus tersebut. Lembaga anti madat itu akan memburu penyuplai barang haram terhadap kedua tersangka.zain

 

Berita Kriminal Lainnya