Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Curi Motor Sport,

Lawan Polisi, Kakak Beradik Ditembak

SURABAYA (Realita) - Kakak beradik, Ahmad Arifin alias Ipin (33) dan Masbud (25), diringkus Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya.

Kakak beradik, yang menjadi bandit curanmor dihadiahi timah panas polisi karena melawan saat hendak ditangkap, dirilis di Polrestabes Surabaya, Senin (12/1).


Mereka diamankan karena melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Bahkan, karena melawan petugas, dua pria yang tinggal di Kebon Dalem Surabaya dan Banyumas, Sampang, Madura ini terpaksa dihadiahi timah panas pada betis kakinya.


Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar menerangkan, kedua pelaku ini menyasar rumah tetangganya sendiri di Jalan Kebon Dalem III. Satu unit sepeda motor pun berhasil dicuri.


“Sebelum mencuri sepeda motor, mereka mencuri kunci dan BPKB-nya terlebih dahulu. Caranya dengan memanjat dan naik ke atas genteng,” kata Lily kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (12/2).


Awalnya, Mahbub yang memanjat ke atas genteng rumah tetangganya. Searah kemudian, kakinya sudah menjejak di balkon lantai 2. Kebetulan pintu rumah di lantai 2 itu tidak terkunci.


Alhasil, Mahbub dengan leluasa mengobok-obok isi rumah. Tersangka turun ke lantai dasar. Dia menggasak tiga buah BPKB, sebuah STNK, satu kunci motor dan sebuah handphone.


Mahbub juga sempat masuk ke satu kamar. Di sana, terdapat sebuah lemari dan Mahbub mencuri sebuah kartu ATM. “Setelah berhasil mencuri barang-barang itu, pelaku kembali lagi ke lantai 2. Dia melarikan diri lewat tempat yang sama saat masuk ke dalam rumah itu,” tambahnya.


Usai mendapatkan barang-barang curian, Mahbub membangunkan Ipin. Mahbub memberi tahu bahwa sepeda motor milik tetangganya yang terparkir di teras rumah bisa dicuri.


Berbekal kunci yang sudah diembat Mahbub, Ipin kemudian meluncur ke lokasi motor tersebut. Motor yang digasak Ipin adalah Honda CBR bernopol L 2291 SV.


Usai berhasil mencuri, keduanya pergi mencari pembeli. “Mereka sempat menjual handphone curian ke orang yang tidak mereka kenal di tengah jalan,” jelas Lily.


Namun, Kedua tersangka kesulitan mencari pembeli motor curian. Alhasil, mereka kebingungan dan memarkir motor hasil curian di RSUD dr. Soetomo. Dari sanalah, polisi bisa mengendus jejak tersangka.


Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati fakta bahwa kedua pelaku naik lewat genteng. Artinya, kemungkinan pelaku yang mempunyai akses lewat genteng tinggal tidak jauh dari sana.


“Saat kami ke sana kedua orang ini tidak ada. Kemudian kami mendapat informasi soal motor yang diparkir di rumah sakit," tambah Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti.


Kedua pelaku kemudian diburu. Polisi lalu mendapat informasi jika keduanya sedang berada di kawasan Surabaya timur. 


Tim lantas melakukan penyekatan di Jalan Kenjeran. Di sana, petugas mendapati keduanya sedang mengendarai sepeda motor. Tanpa basa-basi dua bandit itu langsung dihentikan.


“Di situlah kedua pelaku kami hentikan. Namun, saat hendak kami tangkap, mereka melawan. Hingga akhirnya dengan terpaksa kami berikan tindakan tegas, dengan menembak betis kakinya,” pungkas Bima.


Sementara tersangka Mahbub mengaku melakukan kejahatan itu karena rindu dengan keluarganya di ibu kota. “Rencananya uang mau saya pakai buat ongkos ke Jakarta," ungkapnya.zain

 

Berita Kriminal Lainnya