Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Dampingi Penderita Gangguan Jiwa,

Jatim Gunakan E-Pasung

SURABAYA (Realita)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menerapkan sistem E Pasung dengan mendata secara online penderita gangguan jiwa yang ada di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Sukesi saat ditemui, Senin (2/5).

Program E pasung ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Terobosan program itu dilakukan untuk mewujudkan Jatim bebas pasung pada 2017 mendatang. "Jadi kita mendukung program Bapak Gubernur untuk mewujudkan Jatim bebas pasung pada 2017 mendatang," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Sukesi pada Senin (2/5). Dia mengatakan, dengan diberlakukannya program E Pasung, nantinya penderita gangguan Jiwa di Jatim akan dicatat secara online. Mereka akan dipantau oleh tim relawan/pendamping yang berasal dari TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan) sehingga bisa segera dibawa ke RSUD atau RSJ untuk diobati sampai penyakitnya sembuh, dan bisa kembali hidup bersosialisasi dengan masyarakat. "Data mengenai penderita gangguan jiwa yang dipasung akan by name dan by adress bahkan by photo dengan akses terbatas sehingga kita bisa melakukan pemantauan dan mengetahui perkembangan penderita gangguan jiwa di Jatim. Jangan sampai mereka tidak mendapatkan pengobatan dan terus dipasung," tandasnya. Sistem E Pasung sendiri dirasa membantu mempermudah menemukan penderita gangguan jiwa dan mengkomunikasikannya dengan Dinas Kesehatan. Mereka yang menderita gangguan jiwa bisa segera dikirim ke RSUD atau ke rumah sakit jiwa untuk diobati sampai sembuh. Data penderita gangguan jiwa selalu di update oleh pendamping pasung jiwa secara online yang bisa sewaktu waktu dilihat melalui wtpc.net/e-pasung dengan akses terbatas. "Jadi mereka yang sudah didata langsung diobati di RSJ secara prioritas setelah itu akan ditampung di UPT Rehabilitasi sosial eks Psikotik yang dimiliki Pemprov Jatim di Kediri, Caruban, Pasuruan, dan Banyuwangi. Kalau keluarganya mau menerima maka akan dikembalikan. Kalau tidak ya terpaksa menjadi penghuni panti seumur hidup," paparnya. Sekadar diketahui, jumlah penderita skizofrenia pasung  di Jatim sampai April 2016 mencapai 2110 penderita. Hingga saat ini yang masih di pasung sebanyak  728 orang. Sejak dicanangkan  Gubernur pada tanggal 20 juni 2014   Pemprov Jatim telah menyembuhkan 1.382 penderita gangguan jiwa yang dipasung dan mengembalikannya kepada keluarga. "Jadi kita menerjunkan pendamping pasung sebanyak 110 orang yang menyisir dan memantau perkembangan penderita gangguan jiwa. Kalau mereka menemukan penderita gangguan jiwa bisa langsung di update dalam sistem E Pasung sehingga bisa dilakukan pendampingan dan pengobatan," pungkasnya. Diakuinya, selama ini memang ada stigma negatif mengenai penderita gangguan jiwa. Sehingga, penderita cenderung diabaikan keluarganya dan tidak mendapatkan pengobatan. "Kita memang harus merubah stereotip itu. Jangan sampai penderita gangguan jiwa tidak mendapatkan pengobatan dan malah terus menerus dipasung oleh keluarganya," pungkasnya.pras

 

Berita Layanan Publik Lainnya