Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Demo Polda Jatim,

Mahasiswa Minta Polisi Gak Slintutan

SURABAYA (Realita) - Markas besar Polda Jatim didemo puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Penegakan Hukum, Senin (7/12/2015).

Mereka menuntut agar pihak kepolisian tidak melakukan konspirasi dalam hal menangani kasus. Nifatul Ulum koordinasi aksi mengatakan, aksi yang dilakukannya itu meminta kepada penegak hukum, yakni Kepolisian, agar transparan dalam menangani kasus. Baik itu kasus penganiayaan, pencemaran nama baik, kriminalitas maupun pemalsuan tanda tangan. "Kami minta kasus yang ditangani pihak kepolisian, agar segera menyerahkan berkas yang sudah P21 (sempurna) secepatnya ke pihak kejaksaan," kata Nifatul Ulum koordinasi aksi, Senin (7/12/2015). Menurut dia berkas yang sudah dinyatakan P21 tidak segera diberikan itu adalah kasus pemalsuan di Malang. Sementara dalam aksi itu, ditutup dengan melakukan aksi teatrikal, yang menggambarkan bahwa penegakan hukum yang terjadi di Indonesia itu tidak berimbang, dan selalu memihak kepada oknum yang yang bermain dengan uang. Sehingga, tidak ada keadilan hukum di Indonesia.ali

 

Berita Kriminal Lainnya