Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Di Banyuwangi,

Klub Malam-Panti Pijat Dilarang Buka

BANYUWANGI (Realita) – Pemkab Banyuwangi secara resmi melarang pendirian tempat hiburan kelab malam, diskotek, dan panti pijat.

Hingar-bingar klub malam seperti ini tak akan ditemukan di Banyuwangi.

Pelarangan ini tertuang di Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan yang baru disahkan. Upaya ini mengantisipasi peredaran narkoba, perdagangan manusia, dan penyebaran HIV/AIDS. Mengutip data intelijen kepolisian setempat, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan tempat karaoke menjadi salah satu simpul peredaran narkoba dan perdagangan manusia di Banyuwangi. Dia juga mendapat keluhan dari sejumlah warga melalui Twitter yang resah akan keberadaan sejumlah radio "gelap" di beberapa kecamatan yang difungsikan sebagai tempat karaoke yang berpotensi menjadi sarana peredaran narkoba. "Tempat karaoke yang sudah beroperasi harus mengubah konsepnya dan menegaskan diri menjadi karaoke keluarga. Jadi yang kita larang bukan aktivitas bernyanyi. Yang kita atur adalah konsepnya. Kalau bukan karaoke keluarga dengan tempat yang terang dan terbuka, tidak kami izinkan," ujar Anas di Banyuwangi, Rabu (20/8).

Panti pijat plus-plus juga dilarang buka.

Terkait izin karaoke, diskotik dan panti pijat baru, Anas berkukuh memberlakukan moratorium. “Tidak ada yang kami tandatangani,” kata Anas. Menurut Bupati Anas, pelarangan berdasarkan upaya memerangi peredaran narkoba, perdagangan manusia, dan penyebaran HIV/AIDS. "Kami larang adalah panti pijat terselubung. Tempat pijat refleksi diperbolehkan," tuturnya. Ia yakin, instrumen ini menndukung pengembangan pariwisata berbasis minat khusus (special interest tourism) di Banyuwangi. Sudah sejak awal Pemkab Banyuwangi mendesain pariwisata ke arah ekowisata, terutama menyajikan wisata minat khusus berbasis alam dan budaya. Langkah ini mengantisipasi maraknya losmen short time dan tempat karaoke di jalur wisata, seperti Gunung Ijen. Pariwisata, kata Anas, harus merangsang masyarakat menciptakan kegiatan ekonomi produktif berbasis daya kreatif, bukan berbasis aktivitas instan seperti tempat prostitusi terselubung. "Pariwisata ini harus mendorong industri kreatif. Demikian pula sebaliknya, industri kreatif menggerakkan wisata," kata bekas anggota DPR ini.

Abdullah Azwar Anas

Secara bertahap, di beberapa ruang publik akan diberi fasilitas karaoke publik yang menyediakan alat bagi masyarakat untuk bernyanyi, terutama lagu-lagu khas lokal. Pihaknya iinggin menggeser simpul-simpul keramaian ke ruang-ruang publik, bukan ke tempat-tempat tertutup seperti kelab malam, diskotek, atau panti pijat. Jika dana untuk desa sudah dikucurkan sesuai amanat UU Desa, Anas berharap warga mengusulkan pembangunan ruang publik yang layak di desa. Selain hotel dan karaoke, Pemkab Banyuwangi akan menertibkan penyedia jasa internet (warnet) yang menerima pelajar saat jam pelajaran sekolah. "Pelajar yang mengunjungi warnet di jam sekolah, dilarang. Kami sudah sediakan wifi di sekolah, tidak perlu ke warnet saat jam pelajaran," ujarnya. bi

 

Berita Layanan Publik Lainnya