Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Diduga Menipu,

Ketua DPRD DKI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA (Realita) - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan.

Prasetyo Edi Marsudi.

Pria yang biasa disapa Pras itu, dipolisikan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Zaini Ismail, ke Polda Metro Jaya.

"Ya, sudah (dilaporkan) memang (Prasetyo). Betul ada laporan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dikonfirmasi, Senin (7/5).

Menurut Argo, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih meneliti berkas pelaporan. Karenanya belum ada agenda pemanggilan terhadap pelapor, ataupun terlapor. 

"Masih dalam penyelidikan, belum ada agenda klarifikasi," ucapnya. 

Laporan dibuat melalui kuasa hukum yakni William Albert Zai. Berdasarkan surat laporan polisi, Prasetyo disinyalir menjanjikan Zaini posisi sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Riau atau mempertahankan Zaini sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Riau pada 2014. Perjanjian berlangsung setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membekuk Gubernur Riau Annas Maamun dalam operasi tangkap tangan, Kamis (25/9). 

"Jadi gini, Gubernur ditangkap KPK. Kemudian wakilnya jadi gubernur kan. Nah jadi, wakil gubernur jadi gubernur, dia bermasalah juga. Nah nanti kalau dia ditangkap KPK, klien kami ini jadi Plt. Karena dia (Prasetyo) mengaku dekat sama Megawati, si Pras itu," kata William ketika dikonfirmasi. 

Selanjutnya, Zaini mengaku menyerahkan uang senilai Rp 3,25 miliar kepada Prasetyo. Namun janji tak terpenuhi. Zaini justru dicopot dari jabatannya sebagai Sekda. 

Sebagai barang bukti, William menyertakan surat somasi dan sejumlah saksi. Adapun somasi sempat dilayangkan ke Prasetyo sebanyak dua kali.

Laporan dibuat di Polda Metro Jaya, kata William, lantaran penerimaan uang berada di dua lokasi yaitu di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan di kawasan Serang. 

Laporan dengan nomor LP/2369/IV/PMJ/Dit. Reskrimum, menjerat Prasetyo Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. 

"Penerimaan uangnya di sini di DKI Jakarta. Jadi ini keterangan klien kami kepada kami. Jadi kita mewakili klien kita melapor," tandasnya.kik

 

Berita Politik Lainnya