Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
VIDEO: Diduga,

Sidoarjo Dipenuhi Pabrik Penghasil Limbah

SIDOARJO (Realita)- Kabupaten Sidoarjo merupakan Kabupaten yang terdapat banyak perusahaan atau pabrik.

Limbah yang diduga dihasilkan PT Surya Indoalgas di Sidoarjo.

Namun sayangnya, beberapa perusahaan di Sidoarjo menimbulkan bau busuk, bahkan dari radius 500 meter.

Salah satunya adalah PT Surya Indoalgas, pabrik yang memproduksi agar-agar di Desa Jimbaran Wetan, Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur. Pabrik ini diduga mengeluarkan limbah berwarna hitam dan kuning, yang baunya sangat busuk.

Limbah yang keluar dari saluran pembuangannya pun juga nampak mengeluarkan busa. Beberapa waktu lalu Realita.co telah mendapatkan penjelasan dari PT Surya Indoalgas mengenai limbah yang dibuangnya.

PT Surya Indoalgas mengklaim jika bau busuk yang timbul tidak berbahaya dikarenakan bau berasal dari bau amis khas rumput laut, dan bau lumpur bakteri yang dipakai untuk menguraikan limbah. Sementara busa yang timbul, berasal dari efek gravitasi karena posisi pipa pembuangan berada lebih tinggi dari permukaan air sungai.

Sementara warna kuning yang terlihat di limbah dikarenakan sejak awal air baku yang dipakai perusahaan merupakan air sungai setempat yang dari awal sudah kotor dan berwarna kuning.

Selanjutnya ada pabrik pengolahan ikan dan udang Sekar Group, yang terdiri dari PT Sekar Bumi, PT Sekar Katokichi, dan PT Sekar Laut. Sayangnya ketiga perusahaan itu belum bisa dikonfirmasi terkait penyebab perusahaan menimbulkan bau sangat busuk yang tercium dari jarak 500 meter.

Di sisi lain, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo Endang Budiarti akhirnya bisa diwawancarai Realita.co terkait adanya beberapa perusahaan yang menghasilkan bau busuk bagi warga sekitar.

Menurut Endang, dirinya tidak bisa serta merta menilai apakah suatu bau busuk yang dihasilkan perusahaan berbahaya atau tidak bagi kesehatan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan.

Endang menjelaskan jika DLHK nantinya akan menelusuri bau busuk yang timbul berasal dari limbah cair atau padat.

“Dulu kita pernah melakukan uji lab limbah dari Sekar Group, anehnya meski menimbulkan bau busuk, limbah mereka masih memenuhi ambang batas,” jelas Endang, Senin (10/9/2018).

Endang menambahkan, dirinya menduga bau busuk yang timbul dari Sekar Group merupakan bau yang berasal dari limbah kepala dan kulit udang yang menunggu untuk diambil pembeli.

“Itu kan bau dari kepala udang, kan itu tidak dibuang, melainkan ada yang ambil untuk diolah lagi. Selama menunggu si pengumpul atau pembeli ini lah kulit udang-udang itu menghasilkan bau,” jelas Endang lagi.

Endang berharap Sekar Group bisa lebih cepat menyalurkan kulit-kulit udang itu ke pembeli agar tidak sampai menimbulkan bau busuk.Namun demikian Endang kembali menjelaskan beberapa perusahaan tersebut sempat mendapatkan teguran dari DLHK.hk

 

Berita Nasional Lainnya