Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Digerebek,

35 Terapis Delta SPA Histeris

SURABAYA (Realita) – Sudah cantik, putih mulus tapi tak bisa berbahasa Jawa.

Para terapis yang rata-rata masih muda ini malu saat digerebek petugas.

Begitulah gambaran 35 terapis saat diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Surabaya, Senin (10/11) sore. Sambil meneteskan air mata dan menutupi wajah karena malu, mereka diangkut aparat dari Delta Spa n Health Club yang berada di Gedung Aneka Plasa, Jalan Simpang Dukuh Surabaya. Dari depan, cat dan tulisan di gedung 5 lantai ini memang masih nampak baru. Di lantai bawah, terdapat resepsionis yang siap menyambut setiap tamu yang datang untuk relaksasi tubuh dengan layanan spa. Terapis yang ditawarkan pun tak tanggung tanggung. Terdapat 35 cewek berparas cantik yang rata rata berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat. Mulai dari Sumedang, Bekasi, Cirebon hingga Indramayu bahkan Subang. Untuk menerima layanan para terapis ini, penikmat jasa harus merogoh kocek hingga ratusan ribu. Namun, rasanya tak rugi jika harus berlama-lama di sana. Karena, di lantai 2 dan 3, para terapis siap menyambutnya dengan pijatan khas-nya. "Di lantai ini (2 dan 3), terdapat pilihan. Ada yang kamar mandi dalam. Ada juga yang tak pakai kamar mandi. Tinggal pilih saja. Meski ruang spa-nya hanya bersekat (bukan ruang/kamar, red)," ungkap Nita (nama samaran), seorang terapis yang turut diamankan petugas.

Mereka bahkan histeris menahan malu.

Cewek 23 tahun asli Sumedang ini menyebut, dirinya dan rekan rekannya sudah tiga bulan didatangkan ke Surabaya oleh seseorang yang tak bisa disebutkan namanya. Namun, baru satu bulan kemarin dirinya dipekerjakan. Karena, usaha ini baru dibuka untuk umum, awal Oktober lalu. "Kami semua, tidur di mess yang disediakan perusahaan. Ya di lantai 4 mas. Kalau lantai 5 kan khusus dapur. Jadi, kita kerja, tidur dan makan ya di sini (gedung spa)," ungkap cewek tinggi, berambut hitam lurus ini. Sementara saat ditanya soal pelayanan Spa plus plus yang melibatkan dirinya, Nita spontan menampik dengan nada lantang. Bahkan, usai ditanya soal itu, dirinya langsung enggan bercerita kembali. "Sudah, jangan tanya saya lagi. Kita ini tak bersalah, kenapa diangkut seperti ini. Kalau hanya didata seperti ini, kenapa tak di tempat kerja saya saja. Kalau diberitakan dan tahu orang rumah, kan malu saya," keluhnya sewot.

Saat didata, rata-rata tak memliki identitas jelas.

Nita dan para rekannya memang sama sekali tak menyangka kalau sore tadi bakal digelandang naik ke sebuah truk pengakut milik Satpol PP. Dan itulah yang membuat ke-35 cewek ini menangis sesenggukan. Namun, mereka hanya bisa berpasrah. "Bawa semua ke Mako (Kantor Satpol PP, red). Tanpa kecuali. Setelah itu, cek identitas dan ijin terapis mereka," perintah komandan operasi kepada segenap anggotanya di lokasi razia. Sesaat setelah mereka sampai di Mako Satpol PP, mereka langsung didata satu persatu. Mulai dari KTP/Kipem, nomor telepon dan ijin terapis yang seharusnya mereka kantongi. Bahkan, satu persatu mereka pun difoto untuk kemudian database Polisi Pamong Praja.

Mereka rata-rata berasal dari Jawa Barat.

"Ini adalah giat rutin kita untuk melakukan penyisiran ke berbagai tempat sebagai wujud operasi yustisi. Khusus tempat ini (Delta Spa), sengaja kami lakukan, karena kami khawatiran, mereka beralih profesi ke arah tindak asusila. Semua sedang kami data. Dan akan kami kroscek dengan Dinas Sosial. Hasil sementara, rata-rata dari mereka telah memiliki identitas. Dan belum kita dapati terapi dibawah umur," terang Irfan Widiyanto, Kasatpol PP Kota Surabaya usai razia. Irfan mengatakan, selain mendata semua terapis, pihaknya telah mem-BAP usaha ini. Pasalnya, usaha ini tak dapat menunjukkan TDUP (tanda daftar usaha pariwisata) yang dikeluarkan Disbudparta. Namun, usaha ini telah mengurus kelengkapan ijin hingga tahap IMB dan HO. "BAP-nya tetap kita kirim ke Disbudparta. Dan setelah ada rekomendasi dari sana, kita akan menindaklanjutinya. Tapi saat kita merazia tadi, kegiatan mereka sudah kita hentikan," tandasnya. eg

 

Berita Gaya Hidup Lainnya