Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Digugat Warga,

Pelindo III Tak Siap Jawab Gugatan

SURABAYA (Surabaya)- Sidang gugatan warga Kelurahan Perak Utara dan Kelurahan Perak Barat terhadap Pelindo III digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (7/8/2018).

Warga Kelurahan Perak Utara dan Kelurahan Perak Barat berfoto bersama usai mengikuti sidang gugatan di PN Surabaya.

Sayangnya pada sidang kali ini, Pelindo III tak siap memberikan jawaban.

Sidang gugatan yang diajukan warga Perak dimulai sekitar pukul 01.00 WIB di Pengadilan Negeri Surabaya, para tergugat menyerahkan berkas jawaban gugatan ke hakim Isjuaedi. Diawali penyerahan jawaban oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku turut tergugat. Kemudian dilanjut penyerahan jawaban oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya II selaku tergugat I.

Sayangnya pada sidang ini, Pelindo III selaku tergugat II mengaku belum siap menyerahkan jawaban gugatan. “Mohon izin kami minta waktu satu minggu karena jawaban gugatan kami belum siap,” ujar perwakilan Pelindo III kepada hakim Isjuaedi.

Hakim Isjuaedi pun terpaksa memberikan waktu kepada Pelindo III untuk menyiapkan jawabannya. “Baiklah sidang dilanjut pekan depan dengan agenda penyerahan jawaban dari tergugat II (Pelindo III),” kata hakim Isjuaedi sembari menutup sidang.

Sementara itu usai sidang, James Pangaribuan, kuasa hukum warga Perak meminta agar Pelindo III menghormati proses persidangan yang saat ini tengah berjalan. Hal itu diutarakan James menyikapi sikap Pelindo III yang berencana melakukan eksekusi rumah warga Kelurahan Perak Utara dan Kelurahan Perak Barat secara sepihak.

“Seharusnya Pelindo III menghormati adanya proses peradilan yang ada. Kami berharap Pelindo III bisa menghargai itu. Hal itu (eksekusi sepihak) sebagai bentuk arogansi Pelindo. Tapi kami selalu beritikat baik, kami minta agar Pelindo bisa menghargai persidangan ini,” tegas James.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 500 warga Kelurahan Perak Utara dan Kelurahan Perak Barat yang tergabung dalam Forum Perjuangan Warga Perak (FPWP) menggugat Pelindo III. Dalam gugatannya, FPWP meminta agar status tanah yang diklaim milik Pelindo III diberikan kepada warga.

Gugatan tersebut dilakukan karena para warga merasa keberatan dengan sewa lahan yang dilakukan Pelindo III. “Semua hak keperdataan, baik bangunan hingga lahan diklaim milik PT Pelindo III. Padahal, sebagian besar warga sudah punya tanah dan bangunan, sebelum pengenaan sewa lahan pada warga,” terangnya beberapa waktu lalu.ys

 

Berita Hukum Lainnya