Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Diperta : Pupuk

Masih Banyak

TUBAN(realita) - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian (Diperta) Tuban, Suparno, menyatakan, ketersediaan pupuk masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan musim ini.

Salah satu gudang pupuk di Tuban

Pernyataan ini disampaikan Suparno menanggapi informasi sulitnya petani mendapatkan pupuk beberapa hari terakhir. " Masih banyak, masih cukup untuk kebutuhan musim ini. Jadi ya aneh kalau petani kesulitan dapat pupuk," kata Suparno, Jum'at (15/1/2015). Suparno tidak menyebut pasti jumlah pupuk yang tersedia saat ini. Ia hanya mengatakan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan petani yang diperkirakan mencapai 2.775 ton musim ini. Menurut Suparno, jika terjadi kelangkaan, mungkin karena luasan area tanam bertambah bertambah. " Waktu musim hujan, luasan area tanam sudah pasti bertambah. Sementara alokasi pupuknya justru malah berkurang. Karena itu wajar kalau terjadi kelangkaan," ujarnya. Suparno menambahkan, realisasi alokasi pupuk selalu hanya 63% dari total kebutuhan yang diajukan Diperta. Tahun ini, total alokasi disetujui 120.504 ton, terdiri dari urea sebanyak 48.328 ton, sp 36 12.134 ton, za 9.105 ton, npk 31.626 ton dan organik 19.311 ton. Terkait dugaan penyimpangan distribusi pupuk, Suparno enggan berkomentar. Menurutnya, distribusi pupuk masuk wilayah kewenangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban. " Diperta yang menyusun alokasi, menyusun RDKK-nya. Untuk distribusi itu Dinas Perekonomian (Disperpar) yang punya wewenang pengawasan," kilahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, petani di sejumlah tempat di Tuban mengeluh kesulitan mendapat pupuk. Mereka mengatakan, kios-kios resmi telah kehabisan pupuk, namun kios-kios tidak resmi ternyata pupuk masih banyak. Para petani pun terpaksa membeli pupuk dengan harga tinggi di kios-kios tidak resmi itu. " Urea Rp 200 ribu. Malah ada yang beli Rp 215 ribu per zak (50 Kg). HET-nya kan cuma Rp 95 ribu per zak. Tapi mau nggak mau gimana, wong kita butuh. Gak ada pilihan lain sih," tutur Mochtar, petani warga Dusun Koro, Kecamatan Merakurak. bekerja

 

Berita Layanan Publik Lainnya