Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Diseruduk Ninja,

Dilindas Truk, Otak PNS Ini Tercecer di Jalan

MOJOKERTO (Realita) - Sinarwati (43) salah satu PNS Detasemen Kesehatan Korem 082/Mojokerto warga Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Selasa (08/09/2015) petang, tewas seketika saat diseruduk motor Ninja dan Dilindas truk di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto.

Korban tewas sebelum dievakuasi petugas, dengan kondisi kepala pecah.

Informasi yang dihimpun Realita.co, kecelakaan tersebut terjadi, saat korban usai mengikuti apel dan hendak pulang ke rumah. Namun apes bagi korban, ketika motor yang dikendarainya, Honda Vario S-2811-QX, diseruduk dari belakang motor Kawasaki Ninja S-6000-V. Saat itu juga tubuh korban terjatuh di sisi kanan dan dilindas truk S-8366-NA. Sesaat kemudian, jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr. Wahidin Sudirohusada, Kota Mojokerto. Subandi, salah satu saksi mata mengungkapkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 15.35 WIB, dirinya melihat korban mengendarai motor melintas di jalan Mojopahit, Kota Mojokerto dari arah utara. Sesampai di lokasi kecelakaan, tiba-tiba motor korban ditabrak motor Kawasaki Ninja S-6000-V yang dikendarai Alfan Dwi S (17) pelajar SMK Tunas Nusa Harapan (TNH) warga Jalan Wahid Hasyim, Kota Mojokerto dari arah belakang. Tak ayal, tubuh korban jatuh ke aspal jalan, tubuhnya di bagian kepala terlindas ban truk yang dikemudikan, Agung (36) warga Dusun Brumbung, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Kanit Laka halangi nedia TV mengambil ganmbar.

"Pengendara motor Ninja diduga hendak mendahului motor korban dari arah sebelah kiri. Karena kurang hati-hati, akhirnya menabrak motor korban di bagian belakang. Sedangkan korban jatuh ke arah kanan yang bersamaan melaju truk. Kontan saja, korban terlindas ban truk bagian belakang sebelah kiri hingga akhirnya tewas seketika di lokasi kejadian," beber Subandi. Kasusnya ditangani anggota Laka Lantas Polres Mojokerto Kota. Guna penyelidikan lebih lanjut, pihak Laka Lantas Polres Mojokerto Kota mengamankan ketiga kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Kanit Laka Sat Lantas Polres Mojokerto Kota Ipda Ridzan Indra Wijaya dilokasi kecelakaan belum bisa dikonfirmasi. Bahkan, ia menunjukkan rasa tak simpatik dengan awak media. Seperti yang dialami salah satu wartawan Metro TV Mojokerto, Tamam Mubarok . Indra melarang untuk mengambil gambar lokasi kecelakaan di Jalan Majapahit. "Jangan ambil gambar di sini, sana-sana," kata Indra sambil merentangkan kedua tangannya yang ditirukan Tamam. Atas aksi tak simpatik itu, mengundang kekecewaan awak media dengan ulah Kanit Laka. "Seharusnya polisi tak menghalang-halanggi wartawan saat melakukan peliputan, apalagi kejadiannya di jalan raya," cetus Tamam kepada Realita.co, Selasa malam. Sementara itu, Kabid Advokasi Hukum dan HAM PWI Mojokerto, Mujiono,SH menyayangkan aksi Kanit Laka yang melarang media untuk pengambilan gambar kecelakaan. "Seharusnya aparat kepolisian dalam hal ini Kanit Laka Lantas Polres Mojokerto Kota jangan sewenang-wenang bertindak seperti itu. Wartawan dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik dilindungi UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers," tegasnya.uje

 

Berita Kriminal Lainnya