Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Dua Pria 'Kencing BBM'

di SPBU Tegalsari Disidang

SURABAYA (Realita) - Dua pria 'Kencing BBM' di SPBU Tegalsari Surabaya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (11/7/2018). 

Dua pria itu adalah  Edi Prayitno (39) sopir truk Pertamina asal Kabupaten Nganjuk, dan Indra Hermawan (33) asisten supervisor SPBU asal Surabaya ini didakwa dalam kasus pencurian BBM.

Tedakwa Edi Prayitno dan Indra Hermawan (mengenakan rompi warna merah).

Dalam sidang yang digelar di ruang Kartika tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Nizar dari Kejaksaan Tinggi Jatim menghadirkan lima orang saksi di antaranya, Haris, M. Syafi'i, Heni Subiyantoro, Eka fajar Kurniawan, Dwi dan Feri.

Di hadapan majelis hakim enam orang saksi ini dimintai keterangannya secara bergantian. Haris selaku pemilik SPBU mengatakan kenal dengan terdakwa Indra yang dulu menjadi karyawanya yang menjabat sebagai asisten supervisor SPBU tersebut.

"Iya, saya kenal dengan Indra. Tapi dengan adanya ini saya merasa dirugikan karena sampai sekarang tidak bisa jualan karena disegel," katanya.

Saksi M. Syafi dalam keterangannya mengenal terdakwa Edy sebagai pegawainya. Dan mengatakan terdakwa Edy pada 21 Februari 2018 mendapat DO (Delivery Order) untuk mengirimkan minyak bumi jenis bio solar sebanyak 8000 liter, pertalite sebanyak 16.000 liter dan premium sebanyak 8000 liter dengan tujuan SPBU 54.651.63 (CV. Barokah Jaya Abadi) Jl. Raden Panji Suroso Kota Malang.

Sementara, saksi Heni Subiyantoro selaku kernet dari terdakwa Edy dalam keterangannya, membenarkan bahwa dia mendapat surat DO dari Pertamina dengan rute brangkat dari Perak Surabaya ke Malang.

Saat disinggung mengenai 'BBM kencing' oleh hakim, Heni mengaku mengetahuinya, sebelum truk menuju SPBU Tegalsari terdakwa Edy sempat telp terdakwa Indra.

Masih kata saksi, truk Pertamina berhenti selama kurang lebih 45 menit dan mengeluarkan BBM sebanyak 40 liter dihargai Rp 120 ribu.

Saat ditanya oleh hakim, apakah saksi mendapat bagian dari hasil penjualan BBM tersebut, saksi mengaku dapat.

"Dapat pak, uang rokok,"jawabnya.

"Kenapa kamu gak ikut ditangkap,"tanya hakim dibarengi tawa kecil pengunjung pengadilan.

Saksi Eka fajar Kurniawan dan Dwi selaku rekan kerja terdakwa Indra mengaku tidak mengetahui atas kejadian 'BBM kencing' lantaran saksi Eka sibuk melayani pembeli bensin. Sementar saksi Dwi pada saat kejadian tersebut dirinya sedang di rumah. "Waktu kejadian pagi, saya shif malam, pak," kata saksi Dwi.

Untuk diketahui, kedua terdakwa ini ditangkap petugas Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskirmsus Polda Jatim karena telah melakukan penyalahgunaan bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah di SPBU 54.601.92 Tegalsari No. 43-45 Surabaya. 

Adapun modus kedua terdakwa ini dengan cara, membuka segel pada kran tangki BBM jenis Bio Solar dimasukkan ke dalam ember ukuran 20 liter oleh terdakwa Indra Hermawan (pengawas SPBU) dan dimasukkan ke dalam tandon pendam (dombak) BBM jenis Solar Dexlite.

Untuk Bio Solar harga Rp. 60.000/timba 20 Liter, Pertalite, Premium dan Pertamax harga Rp. 70.000/timba 20 Liter. Untuk pembayarannya terdakwa Indra langsung memberikan terdakwa Edy Praytino.

Sementara keuntungan yang diperoleh terdakwa Indra Hermawan BBM Bio Solar dimasukkan kedalam tandon dexlite milik SPBU Tegalsari Surabaya senilai Rp 180.000 ribu.

BBM yang tidak sesuai peruntukannya itu lantas dijual ke masyarakat. Yakni Bio Solar yang harganya Rp. 5100 dijual Dexlite yang harganya Rp. 7500 dan Premiun/pertalite harganya Rp. 6500 dijual dengan harga Rp. 8600.

Atas lerbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.ys

 

Berita Hukum Lainnya