Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Fatma Saifullah Yusuf :

Lestarikan Batik sebagai Warisan Budaya

SURABAYA (Realita)- Istri Wakil Gubernur Jatim, Dra.

fatma saifullah yusuf.

Hj. Fatma Saifullah Yusuf  mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. Apalagi sejak 2 Oktober 2009, UNESCO mengakui batik sebagai warisan kemanusiaan, untuk budaya lisan dan non bendawi (masterpieces of oral and the intangible heritage of humanity) yang kemudian setiap tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Pengakuan UNESO tersebut tentunya membawa konsekuensi logis  bahwa kita semua wajib menjaga warisan budaya bangsa ini agar tetap lestari dan bermanfaat secara ekonomi guna mensejahterakan masyarakat, kata Fatma, sapaan lekat Istri Wakil Gubernur Jatim, saat membuka Pameran 3rd Batik, Fashion Fair Tahun 2018 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Rabu (5/12).

Upaya pelestarian ini, lanjut Fatma, harus dilaksanakan secara berkelanjutan (sustainable) dan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, di Jatim telah banyak generasi muda yang menjadi pengrajin batik. Untuk itu mereka perlu diberikan pencerahan tentang filosofi batik, sejarah batik nusantara dan informasi lainnya tentang batik, agar karya-karya yang dihasilkan tidak lepas dari akar budaya.

Hal ini penting dalam menjaga batik sebagai warisan budaya tak benda dunia. Apalagi dalam era modern saat ini sulit dalam menghadapi tantangan membanjirnya produk batik sintetis yang semakin besar dan mengkhawatirkan, kata Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jatim ini.

Menurut Fatma, walaupun situasi ekonomi saat ini sangat dinamis dan tidak menentu, ekonomi Jatim pada Triwulan III Tahun 2018 tumbuh sebesar 5,40%. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan perekonomian Jawa Timur secara umum cukup baik. Sementara perdagangan barang dan jasa antar pulau surplus 101,59 triliun rupiah, serta surplus neraca perdagangan antar pulau dalam 5 tahun terakhir meningkat 133,55 %.

Kemajuan ini menunjukkan bahwa perdagangan antar daerah masih menjadi kekuatan utama dari perdagangan Jawa Timur, sehingga kinerja ini harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Sedangkan untuk kinerja positif ekspor non migas ke negara ASEAN tentunya menunjukkan kompetitifnya produk yang dihasilkan sehingga memiliki daya saing yang tinggi.

“Hal ini harus dimanfaatkan oleh UMKM kita sebagai suatu peluang untuk lebih mengembangkan usahanya, katanya.

Fatma menambahkan, UMKM mempunyai peranan penting dalam mendukung perekonomian di Jawa Timur.

Berdasarkan sensus ekonomi Tahun 2016 menunjukkan bahwa populasi UMKM Jawa Timur mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan 4,61 juta UMKM non pertanian dan 7,50 juta UMKM pertanian sehingga total berjumlah 12,1 juta UMKM. Hal ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan UMKM sekaligus besarnya kontribusi UMKM sebagai sumber pendapatan utama masyarakat di Jatim yang berperan penting terhadap penyerapan tenaga kerja. Selain itu, kontribusi UMKM terhadap perekonomian Jatim juga mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 57,52 persen pada ahun 2016.

Dalam kesempatan ini, Fatma juga mengapresiasi atas terselenggaranya Pameran 3rd Batik, Fashion Fair Tahun 2018. Menurutnya, pameran ini sebagai bentuk manifestasi dalam mewujudkan rasa cinta dan bangga terhadap produk batik dan fashion indonesia. Saya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggi nya kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pameran ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (IPPKINDO), Titi Cacuk Sudarianto, S.Ikom mengatakan, IPPKINDO yang sudah didirikan sejak 2006 ini memiliki misi agar UMKM bisa menjadi pilar ekonomi Bangsa Indonesia. Dengan meningkatnya UMKM, maka diharapkan peluang kerja dan mengurangi pengangguran.

“Kami berharap UMKM dapat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta selalu menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman baik kreativitas mm sehingga maju dan mampu go international, katanya. end

 

Berita Ekonomi Bisnis Lainnya