Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Gara-Gara Anjing,

Pengusaha Kapal Terancam Dibui Sebulan

SURABAYA (Realita) - Gara-gara anjing, Lukman Ladjoni yang juga bos PT Surya Bintang Timur dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan dan dituntut 1 bulan penjara.

Terdakwa Lukman Ladjoni saat di ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam tuntutanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo dari Kejaksaaan Negeri Surabaya menilai bahwa dari keterangan saksi-saksi di persidangan, Lukman dianggap terbukti menganiaya korbanya yaitu David. Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan sesuai pasal 351 ayat 1 KUHP.

Atas dasar itulah, jaksa Damang akhirnya memohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman selama 1 bulan penjara terhadap terdakwa Lukman Ladjoni.

"Mengajukan agar terdakwa dijatuhi hukuman selama 1 bulan penjara dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan kota," ucap Jaksa Damang membacakan tuntutannya di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (10/7/2018).

Diketahui,  dalam perkara No 1182/Pid.B/2018/PN SBY, Jaksa Damang Anubowo, SE, SH, MH mendakwa Ladjoni dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Dalam dakwaan diketahui, Ladjoni bos PT Surya Bintang Timur yang juga memiliki usaha kapal keruk bernama PT Surya Telaga Luhur, Senin (9/1/2017) saat di Komplek Venetian Wisata Bukit Mas I Surabaya terjadi salah paham dengan David, tetangganya sendiri.

Keributan lantaran David mendatangi Ladjoni guna mempertanyakan alasan pelarangan anaknya yang membawa hewan peliharaannya berupa anjing jalan-jalan didalam komplek Wisata Bukit Mas Surabaya kepada saksi Bambang Setiawan (sopir Ladjoni).

Bambang pun menjelasan tidak ada pelarangan, ucapan itu disampaikan tiga kali hingga Ladjoni keluar rumah. David kemudian menjelaskan perihal yang terjadi, dan saksi Bambang juga menjelaskan jika anjing milik David telah mengejar anak Ladjoni.

Karena Bambang dianggap melakukan pembelaan di depan bosnya, terjadi cek cok mulut. Tanpa panjang lebar, Ladjoni kemudian menyuruh korban pergi dengan kata-kata emosi (Janc**) dan memukul David dengan tangan kanan. Hantaman bapak lima anak ini spontan ditelak oleh David.

Merasa pukulan tidak kena, suami Kasmawati Palureng kemudian menendang David menggunakan kaki kanan yang mengenai bagian perut sebelah kiri. Security perumahan Komplek Venetian Wisata Bukit Mas I Surabaya, Sarjito dan Farid Novidianto yang melihat peristiwa ini kemudian melerai. Tidak terima, David lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Lakarsantri, Polrestabes Surabaya.ys

 

Berita Hukum Lainnya