Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Gerindra Sesalkan

Keputusan Presidential Threshold

JAKARTA (Realita)- Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi soal ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Supratman Andi Agtas.

Politikus Partai Gerindra Supratman Andi Agtas menyesalkan putusan tersebut.

"Itu artinya demokrasi kita makin terpuruk," ujar Supratman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Putusan MK itu, lanjut Supratman, tidak memberikan kesempatan bagi Parpol untuk mengajukan presiden.

Dia pun menilai, putusan MK cenderung memihak kepada koalisi Parpol pendukung pemerintah. Kendati demikian, kata ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu, keputusan tersebut tetap harus dihargai.

"Tapi dari sisi perkembangan demokrasi menurut saya itu suatu kemunduran," ungkapnya.

Diketahui, MK menolak uji materi pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Pasal 222 itu mengatur ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Disebutkan dalam pasal itu bahwa partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Sedangkan uji materi itu diajukan Partai Idaman yang teregistrasi dengan nomor 53/PUU-XV/2017.agm

 

Berita Politik Lainnya