Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Go to Hell,

Mr.Trump!

LONDON  (Realita)- Negara-negara Uni Eropa dan Arab mengecam pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Donald Trump.

Selain dari negara Muslim, protes juga datang dari sebagian besar negara di dunia. Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel merupakan hal yang tak terbantahkan "Sudah waktunya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," katanya Trump saat membuat pengumuman di Gedung Putih.

Dilansir di Reuters, Kamis (7/12), Uni Eropa dan PBB menyuarakan peringatan keras. Mereka menilai keputusan AS untuk memindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerusalem sebagai penghalang kesepakatan damai Israel-Palestina.

Langkah ini hanya akan jadi batu penghalang besar selanjutnya yang mengancam. Sekutu AS di UE, Prancis menolak keputusan unilateral tersebut dan menyerukan perdamaian.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan status Yerusalem telah menjadi perhatian besar masyarakat dunia. "Status Yerusalem menjadi jaminan keamanan internasional sehingga seluruh komunitas internasional sangat memperhatikannya," kata dia.

Inggris dan Jerman pun protes dan menilai Yerusalem harus menjadi bagian dari Palestina juga. Status Yerusalem harus ditentukan berdasarkan solusi dua negara.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan tidak ada alternatif lain untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina selain solusi dua negara. Status final Yerusalem pun hanya bisa ditentukan melalui kesepakatan langsung.

"Saya secara konsisten menolak segala keputusan unilateral yang memperburuk proses perdamaian Israel-Palestina,"kata Guterres. Ia juga berjanji akan melakukan apa pun untuk mendukung kepemimpinan kedua pihak kembali pada negosiasi.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat juga  mengecam keputusan Trump. Menurutnya, keputusan tersebut telah menghancurkan kemungkinan damai antara Palestina dan Israel.

"Presiden Trump baru saja menghancurkan kemungkinan solusi dua negara. Presiden Trump, malam ini, membuat kesalahan besar dalam hidupnya," kata Erekat, yang juga merupakan negosiator utama Palestina, dilaporkan laman CNN.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelumnya telah merespons keputusan Trump. "Ini adalah hadiah untuk Israel," kata Abbas menanggapi pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS.

Ia menilai keputusan Trump ini akan mendorong pendudukan dan okupasi lebih lanjut oleh Israel terhadap tanah Palestina. Dengan keputusan tersebut pula, Abbas menyatakan AS tak akan lagi bisa menjadi mediator dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Sebaliknya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui rekaman video mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Demikian dilansir CNN, Kamis (7/12).

"Terima kasih Presiden Trump untuk keputusan bersejarah pada hari ini, mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Orang Yahudi dan negara Yahudi (Israel) akan selamanya berterima kasih kepada Anda," ujar Netanyahu, seperti dikutip CNN, Kamis (7/12) WIB.

Terpisah, Paus Fransiskus berdoa agar status Yerusalem dipertahankan, sehingga tidak perlu mengundang konflik. Hal disampaikan terkait sikap AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Saya tidak dapat tetap diam tentang keprihatinan mendalam saya terhadap situasi yang telah berkembang dalam beberapa hari ini," kata Fransis pada khotbah umum mingguannya di Vatikan.

"Dan pada saat yang sama, saya ingin melakukan seruan yang tulus untuk memastikan bahwa setiap orang berkomitmen untuk menghormati status quo kota (Yerusalem), sesuai dengan resolusi yang relevan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa."

Seperti dilansir di New York Times, Kamis (7/12), Fransis mengatakan Yerusalem adalah kota yang unik, yang suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim. Di sana Tempat Suci untuk agama masing-masing dihormati.rpl

 

Berita Internasional Lainnya