Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Hakim Ragukan Keterangan

Saksi Kasus Bagus Priyono

SURABAYA (Realita)- Keterangan Yusuf Baktiar sebagai saksi meringankan terhadap Bagus Priyono, wartawan televisi lokal di Surabaya.

Saksi Yusuf Baktiar saat memberi keterangan di ruang Sari Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (14/11).

Terdakwa perkara penganiayaan terhadap Abdul Azis, teman seprofesinya, diragukan oleh hakim.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh hakim Maxi Sigarlaki, Yusuf Baktiar saksi meringankan yang dihadirkan oleh terdakwa, dalam keterangannya berusaha meyakinkan majelis hakim, bahwa terdakwa hanya melakukan pemukulan sekali. “Terdakwa hanya memukul sekali, saya yakin Pak Hakim,” ujarnya  meyakinkan, di ruang sidang Sari Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/11/2017).

Dia juga menjelaskan, pada saat kejadian tersebut berada pada jarak kurang lebih 25 meter dan berada dilapangan berbeda. Tapi saksi terus meyakinkan majelis hakim, kalau dia benar-benar bisa melihat kejadian. “Apakah dengan posisi saksi yang berjarak 20-25 meter bisa melihat dengan jelas kejadian pemukulan,” tanya Hakim Maxi.

“Kondisinya terang sekali pak hakim, jadi saya yakin Bagus cuma memukul sekali pak hakim,” tegasnya.

Saksi juga mengungkapkan, Bagus memukul akibat ditackling. Menurut Yusuf Bagus tak hanya sekali mendapat tackling tapi sampai dua kali. “Terdakwa ditackling hingga dua kali yang saya lihat,” tegasnya.

“Apakah benar yang dikatakan saksi,” tanya Hakim Maxi pada Bagus.

“Semuannya benar Pak hakim,” tegasnya.

Keterangan saksi kali ini berbeda saat persidangan sebelumnya yang juga digelar ruang Sari 2, Jaksa Penunutut Umum (JPU) Darwis menghadirkan empat orang saksi dari wartawan Pokja Dakota, yakni Eko Widodo, Triyoko Hartoko, Guntur Pramurti, dan saksi korban, Abdul Azis yang semuanya kompak terdakwa Bagus melakukan pemukulan berulang-ulang lebih dari satu kali.

Karenanya, dengan adanya keterangan yang menyudutkannya itu, jika nantinya keterangan itu menjadi pertimbangan hukum yang meringankan saat tuntutan  atau putusan tak segan-segan menempuh jaluir hukum. “Kesaksian palsu kan bisa dipidanakan,” ujarnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bagus Priyono pada Jumat  (11/8) sekira pukul 11.30 WIB bertempat di Lapangan Futsal Mangga Dua Jl Jagir Wonokromo Surabaya melakukan  penganiayaan. Saat kejadian, terdakwa dengan saksi korban yang tidak satu tim, dimana terdakwa yang bertindak sebagai striker sedangkan saksi korban sebagai back. Dan pada saat terjadi duel perebutan bola terdakwa juga tidak bisa melewati saksi korban. Hal itu membuat terdakwa kesal terhadap saksi korban.

Selanjutnya terdakwa menendang kaki saksi korban namun tidak luka lalu terdakwa memukul ke arah saksi korban secara berulang dengan menggunakan tangan terkepal mengenai pada kepala bagian belakang, muka atau wajah (pada hidung dan sekitar mata) sehingga terdakwa merasakan sakit. HIngga menyebabkan aktivitasnya terganggu.

Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan visum et repertum pada 11 Agustus 2017 yang dikeluarkan oleh RS Islam Surabaya dan ditandatangani oleh dokter Lita Suci Ryanti dengan hasil pemeriksaan terdapat luka lecet pada bagian hidung berukuran 1/1 cm, bengkak pada bagian hidung dengan kesimpulan luka diakibatkan persentuhan dari benda tumpul.

Akibat dari perbuatan terdakwa saksi Abdul Azis mengalami rasa sakit dan terhalang untuk melakukan aktifitas. Sehingga terdakwa diancam pidana sebagimana Pasal 351 ayat (1)  KUHP, dengan ancaman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.ys

 

Berita Hukum Lainnya