Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Hari Ini,

Perang AS vs Korut Bakal Terjadi

PYONGYANG (Realita) - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan telah memerintahkan senjata-senjata nuklir untuk dipasang di terowongan-terowongan untuk persiapan peluncuran senjata itu.

Kim Jong Un

Namun, masih belum jelas apa maksud dari Kim Jong-un memerintahkan hal itu.

Pejabat AS percaya peluncuran nukir akan terjadi pada Sabtu 15 April ini. Korut rencananya akan menggelar parade dan perayaan kelahiran Kim Il-sung atau terkenal dengan ‘Day of the Sun’.

Laporan tak terkonfirmasi itu dirilis oleh VOA yang mengutip pejabat militer AS mengklaim bahwa Korut telah menanam sejumlah peralatan di bawah tanah untuk uji coba berikutnya. Demikian dikutip dari 9news.com.au pada Jumat (14/4/2017).

Sebuah tweet dari The Spectator Inces juga mengatakan bahwa satelit komersil memperlihatkan persiapan untuk uji coba nuklir di Punggye-ri, sebuah kawasan pedalaman di utara negara itu. Sebelumnya tempat itu pernah dijadikan kawasan uji coba.

Kantor berita Inggris melaporkan wartawan asing yang berada di Korea Utara diminta bersiap untuk ‘sebuah acara besar dan penting’ yang akan berlangsung pada Kamis waktu setempat. Otoritas Korut menyampaikan kepada wartawan asing yang berkumpul di Pyongyang, peringatan yang dilakukan untuk menandai libur nasional dibatalkan. Sebagai gantinya mereka diminta bersiap untuk sebuah ‘acara besar dan penting’.

Kini, ada sekitar 200 wartawan asing di Pyongyang untuk meliput perayaan hari lahir ke-105 pendiri negara itu Kim Il-sung pada 15 April. Momen itu merupakan hari besar nasional yang dijuluki ‘Day of the Sun’.

Ahli keamanan yang berbasis di Sydney, Euan Graham dari Lowy Institute for International Policy mengatakan laporan persiapan untuk uji coba adalah strategi konsisten Korea Utara.

“Saya tidak terkejut ada laporan-laporan awal. Karena, ini sangat konsisten dengan rencana Korea Utara. Untungnya satelit komersil bisa melihat situasi di Korut,” kata Graham.

“Ada kemungkinan Korut akan menghentak pertahanan koalisi. Selain itu, tak ada jaminan apakah mereka benar menggelar uji coba atau menyerang? Tapi yang pasti dugaan genderang perang akan ditabuh bisa saja terjadi,” lanjutnya.

Graham mengatakan pada Sabtu mendatangan perayaan 105 tahun kelahiran Kim Il-sung sangat penting tak hanya bagi Korut saja.

“Ada hari lahir tentara rakyat pada 25 April mendatang, dan biasanya dirayakan dengan parade. Bulan ini, Korut banyak acara yang menarik perhatian internasional. Dan dia bisa saja menggunakan acara-acara itu untuk menggelar uji coba atau hal lain…”

Graham mengatakan penting untuk menyadari bahwa langkah yang diambil Kim Jong-un selalu terkait dengan posisinya di mata masyarakatnya sendiri.

“Dengan adanya sejumlah kapal perang dari AS dan koalisi mendekati Korut, Kim Jong-un merasa posisinya terancam,” beber Graham.

Graham juga menjelaskan bahwa intervensi Presiden China Xi Jinping untuk mengedepankan ‘resolusi damai’ memberikan sedikit harapan kepada Kim.

Namun, karakteristik yang tak terduga baik Kim dan Presiden AS Donald Trump memegang penting dalam eskalasi krisis yang berlanjut dengan kemungkinan perang.

“Tak tahu apakah Kim harus bermain seperti apa di mata AS, apakah rendah hati atau pengecut dengan menekan tombol nuklir,” ucapnya.

Menteri Pertahanan Australia Christhoper Pyne menerima langkah China untuk mengendalikan Korut.

Pyne mengatakan sudah menjadi tanggung jawab Beijing untuk menjadi ‘pengasuh’ bagi negara itu semenjak keduanya merupakan koalisi terdekat dari tahun 1960an.

Pada 9 April 2017, Angkatan Laut AS mengonfirmasi telah mengirim armada kapal tempur AS yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson??“lengkap dengan membopong sejumlah alutsista udara??“dan sejumlah kapal tempur lain yang berlabuh di Singapura untuk berlayar ke utara mendekati Semenanjung Korea, dekat dengan wilayah perairan Korea Utara.

Tiongkok pun ikut meramaikan suasana. Pada 11 April 2017, China dilaporkan telah mengerahkan 150.000 pasukannya ke perbatasan Korea Utara sebagai persiapan menghadapi kemungkinan serangan Amerika Serikat.

Hal ini merupakan respons atas tindakan AS yang pada beberapa hari sebelumnya telah mengirimkan kapal induk USS Carl Vinson dari Singapura ke Korea Utara.

Pasukan China tersebut, dikerahkan untuk menangani adanya gelombang pengungsi Korea Utara dan sejumlah keadaan tak terduga.

Melihat situasi itu, negeri tetangga Korut, Korea Selatan, merasa khawatir dengan meningkatnya tensi militer di Semenanjung Korea. Rakyat Negara tetangga menjadi cemas.beb

 

Berita Internasional Lainnya