Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Hujan Deras,

CV Cipta Buana Nekat Gelar Aspal

SIDOARJO (Realita)- Meski kondisi cuaca tidak mendukung, yakni hujan deras, CV Cipta Buana nekat menggelar aspal.

Kondisi Hujan CV Cipta Buana Masih Menggelar Aspal.

CV Cipta Buana sendiri merupakan perusahaan kontraktor yang beralamat di Jalan Raya Kludan RT 2 RW 2, Tanggulangin, Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (1/12/2018) malam.

Penggelaran aspal dalam kondisi hujan dilakukan pada hari Jumat (30/11/2018) sore, sekitar pukul 18.00 WIB, kala itu hujan turun cukup lebat, akan tetapi mungkin untuk menghabiskan sisa aspal yang sudah terlanjur dituang dari truk pekerjaan pun terus dilanjutkan.

Saat ini CV Cipta Buana sedang mengerjakan proyek pemeliharaan jalan Pilang-Wonokasian yang mereka menangkan melalui proses lelang dengan nilai hampir Rp 1,24 Miliar. Dengan menggelar aspal di saat kondisi hujan dikhawatirkan pekerjaan pemeliharaan jalan Pilang-Wonokasian itu, tidak maksimal atau akan cepat rusak.

Proyek pemeliharaan jalan Pilang-Wonokasian merupakan proyek dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, melalui satuan kerja dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Hari Sunyoto selaku Ketua Himpunan Koperasi Usaha Bersama Nelayan Kerang Sumber Rejeki bimbingan Dinas Perikanan Sidoarjo mengatakan, menggelar aspal dalam kondisi hujan lebat dikhawatirkan hasil pekerjaannya tidak maksimal.

“Adanya air di tanah yang menggenang bisa menyebabkan aspal ‘Slide’ atau bergeser karena tidak melekat dengan sempurna antara aspal lama atau tanah dengan aspal baru,” jelas Hari.

Hari menambahkan, seharusnya dalam menggelar aspal menunggu hujan reda dulu, selanjutnya sisa-sisa genangan air di jalan, dibersihkan dengan spray atau kompresor agar benar-benar kering.

Sementara warga Desa Pilang, Wonoayu, Sidoarjo, Jawa timur, juga sangat mengeluhkan lamanya proses pengerjaan tersebut. Hal itu dikarenakan beberapa hari ini masyarakat telah dibuat tidak nyaman dengan banyaknya debu yang bertebaran kemana-mana. Masyarakat pun mengaku dibuat kerepotan dengan membersihkan rumahnya berkali-kali agar debu tidak semakin banyak.

Selama beberapa hari ini, CV Cipta Buana tidak pernah sekalipun melakukan penyiraman jalan, meskipun mobil dan tangki air sudah ada di lokasi. Hal itulah yang menyebabkan debu di jalanan berterbangan saat dilalui kendaraan. Masyarakat desa Pilang berharap agar secepatnya proyek diselesaikan agar para pengguna jalan dan masyarakat sekitar bisa menjalankan aktifitas sehari-harinya dengan nyaman.

“Warga Pilang ini kan banyak yang berprofesi sebagai pedagang, baik itu warkop, mie ayam, rujak, toko dan lainnya, kalau jalanan berdebu terus seperti ini, kita yang repot, debunya mengotori barang dagangan, dan makanan yang kita jual, sebisanya diselesaikan secepatnya proyek ini, biar semua bisa stabil seperti semula,” jelas salah satu warga Desa Pilang pada Realita.co.

Tak hanya debu dan lamanya pengerjaan, masyarakat desa Pilang juga merasakan penurunan omzet usaha mereka, beberapa hari jalanan sempat dibuka-tutup berdampak pada berkurangnya pengendara yang lewat, yang imbasnya pembeli pun berkurang.

“Ya biasanya warkop saya dalam sehari omzetnya bisa Rp 150 - 200 ribu, sejak ada proyek ini sekarang sehari hanya Rp Rp 75 - 100 ribu,” jelas salah satu penjual warkop di sana.hk

 

Berita Layanan Publik Lainnya