Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Iklan Dituding Rasis,

Dolce Gabbana Minta Maaf ke Rakyat Tiongkok

LOS ANGELES (Realita)- Pendiri label mode Italia, Dolce and Gabbana, Stefano Gabbana dan Domenico Dolce, meminta maaf kepada masyarakat Tiongkok.

Dolce Gabbana.

Keduanya ini meminta maaf setelah reaksi yang berkembang atas kalimat rasis yang dilontarkan brand itu. 

Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Senin 26 November 2018, Dolce dan Gabbana meminta maaf melalui video yang diunggah pada hari ini.

“Kami menawarkan permintaan maaf kepada orang-orang Tiongkok di seluruh dunia,” kata Gabbana.

Mereka berharap permintaan maafnya diterima. Dia berkata duet pendiri Dolce and Gabbana ini sangat menyukai Tiongkok dan menyukai kebudayaannya.

“Kami berharap kesalahpahaman tentang budaya Tiongkok dapat diampuni. Kami selalu tergila-gila dengan Tiongkok. Kami sering mengunjunginya. Kami telah berkunjung ke banyak kota. Kami sangat mencintai budaya kalian,” kata dia.

Video ini berakhir dengan ucapan maaf dalam bahasa Mandarin.

Masalah ini bermula dari Gabbana yang menghina Tiongkok melalui akun Instagramnya. Unggahan yang dianggap menghina itu bocor. 

Merek itu telah menghadapi kritik luas untuk kampanye iklan. Iklan ini menampilkan model orang Tiongkok yang berjuang makan hidangan Italia seperti pizza dan cannoli dengan sumpit.

Reaksi yang dihasilkan ini telah memaksa jaringan bisnis fesyen itu membatalkan show di Shanghai, Tiongkok, dan pengecer di Tiongkok dan Hong Kong telah berhenti menjual produknya.

Rekaman video sebuah protes di Milan pada hari Rabu, yang menunjukkan belasan orang Tiongkok memegang tanda “bukan saya” di luar toko di Via Monte Napoleone, telah banyak beredar di media sosial.

Para pengunjuk rasa termasuk Liu Xingyu, seorang model pria yang muncul di salah satu acara di rumah mode Milan.

Sementara itu, tangkapan layar percakapan WeChat antara pelanggan yang meminta pengembalian dana dan perwakilan dari lini anak-anak Dolce & Gabbana telah menjadi viral di media sosial Tiongkok.

Di dalamnya, wanita itu mengatakan dia tidak lagi ingin memakai merek itu karena takut orang-orang dibully orang-orang dan meminta pengembalian deposit 2.400 yuan (Rp5 juta) untuk pembelian produk.

Beijing telah memilih untuk tidak terlibat langsung dalam masalah itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang, menegaskan masalah Dolce dan Gabbana bukanlah masalah diplomatik. Pemerintah tidak akan ikut campur.

"Alih-alih meminta juru bicara kementerian luar negeri, lebih baik untuk meminta orang-orang biasa di Tiongkok untuk melihat bagaimana mereka melihat masalah ini," kata Geng.dr

 

Berita Internasional Lainnya