Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Indo Barometer: Jokowi

Masih yang Paling Diminati

JAKARTA (Realita) -- Hasil survei terbaru Indo Barometer menempatkan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Gatot Nurmantyo, meraih tingkat paling tinggi dengan 47,9 persen.

Jokowi.

Sedangkan jika Joko Widodo dipasangkan dengan Tito Karnavian nilainya hanya mencapai 41,5 persen.

Namun, jika Joko Widodo (Jokowi) disandingkan dengan Budi Gunawan maka raihan nilai survei mencapai 41,2 persen. Sementara saat diduetkan dengan Sri Mulyani mereka berhasil meraih 43,4 persen.

Nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo memang mulai banyak diperhitungkan. Dia pun kerap muncul di layar televisi melalui pemberitaan media. Hal tersebut membuat Gatot masuk dalam kandidat kuat mendampingi Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019.

Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan ada tiga nama yang namanya terus mencuat di kalangan masyarakat. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedan, dan Gatot Nurmantyo.

"Calonnya bisa dari mana saja. Kemudian ini tergantung dari dukungan partai sebetulnya," kata Qodari, Minggu (3/12). Dari hasil survei, syarat yang pas untuk memdampingi Jokowi pada Pilpres dua tahun mendatang yakni dari kalangan militer mencapai 22,5 persen. Kemudian disusul dengan kriteria berpengalaman dalam pemerintahan 14,3 persen dan dekat dengan rakyat.

Sebagai Panglima TNI Gatot cukup kuat pada nomor satu dan tiga. Sedangkan AHY kuat selain dari militer dia pun memiliki sokongan dari partai Demokrat yang dipimpim oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Terlebih AHY merupakan putra dari SBY yang juga sempat duduk sebagai Presiden Indonesia.

Politikus PDIP Maruar Sirait mengatakan, perbandingan wakil presiden yang akan menemani Jokowi dalam Pilpres mendatang masih sulit diprediksi. Sebab banyak nama-nama baru seperti Anies Baswdan dan AHY. Bahkan nama-nama ini juga sempat diisukan akan maju menjadi penantang Jokowi dalam Pilpres nanti.

"Nama bisa muncul dari mana saja. Dan nama yang muncul ini bisa saja menjadi wapres Jokowi. Politik sangat dinamis," ujarnya.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan, survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indo Barometer itu pada dasarnya telah menunjukkan tren kenaikan yang positif bagi AHY untuk maju sebagai salah satu kontestan capres maupun cawapres 2019 mendatang.

AHY pun memiliki karakter yang sesuai dengan generasi masa kini. Dia kemungkinan akan menjadi faktor penting dam pembeda dalam pemilihan presiden mendatang termasuk Jokowi. "Kami (Demokrat) bersepakat mendukung dia (AHY) keliling dulu sebanyak-banyaknya pada masyarakat, melakukan sesuatu yang konkrit. Karena mas AHY belum punya kesempatan untuk itu. Dia belum menduduki jabatan penting kan," ujar Hinca.ika

 

Berita Politik Lainnya